DBD

Kasus DBD di Palaspasemah Palas Kembali Bertambah

Kasus DBD di Palaspasemah Palas Kembali Bertambah
Petugas UPTD Puskesmas Kecamatan Palas, Lampung Selatan yang didampingi aparat Desa Palaspasemah saat melakukan fogging di Desa setempat, Selasa (10/11/2020). Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Kasus demam berdarah dengue (DBD) kembali bertambah di Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Setidaknya dalam satu pekan terakhir sudah tercatat dua kasus DBD di desa tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, satu kasus DBD kali ini menimpa Oriel Devan Yavi (6), warga Rt/Rw 001/002 Desa Palaspasemah yang merupakan tetangga pasien DBD sebelumnya, M. Bagas Syahputra (15).

Herpani (42) orang tua dari Oriel Devan Yavi mengatakan putra keduanya itu mulai sakit pada 28 Oktober 2020 dan dirawat di rumah sakit bob bazar Kalianda pada 3 November 2020. Namun, saat ini putra bungsunya itu sudah pulih kembali.

"Anak saya itu mulai sakit panas saat selesai fogging di rumah M. Bagas Syahputra beberapa hari yang lalu. Anak sempet di rawat di Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi dan dirujuk ke RSUD Bob Bazar Kalianda," kata dia.

Sementara itu, Penanggungjawab Program DBD UPTD Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas, Joko Prihanto mengatakan setidaknya ada dua kasus DBD yang terjadi di Desa Palaspasemah dalam waktu satu pekan terakhir. Kedua pasien DBD tersebut kini sudah pulih kembali.

"Satu kasus kali ini merupakan tetangga pasien yang sebelumnya pernah terserang DBD. Alhamdulillah, semua sudah sembuh semua," kata dia, Selasa, 10 November 2020.

Mengetahui hal tersebut, kata Joko, pihaknya langsung mengambil tindakan untuk melakukan fogging fokus atau pengasapan di radius 100 meter dari rumah pasien DBD.

"Karena kasus ini timbul dalam waktu satu pekan, kami langsung ambil tindakan cepat dengan fogging. Ini sebagai antisipasi gigitan nyamuk aedes aegypti," kata dia.

Meski demikian, Joko meminta kepada masyarakat supaya dapat menerapkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara 3M, yakni mengubur, menutup dan menguras bak penampungan air.

"Solusi yang paling efektif adalah dengan PSN. Masyarakat harus bisa menjaga keberhasihan lingkungan. Soalnya, dengan fogging hanya bisa membunuh nyamuk dewasa. Tidak bisa membunuh jentik-jentik nyamuk," kata dia.

Terpisah, Pj Kepala Desa Palaspasemah, Muslim Idrus mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan menggerakkan masyarakat untuk bergotong-royong secara serentak. Sebab, dengan gotong-royong ini untuk menekan kasus DBD.

"Insyaallah nanti kami gerakkan untuk Jum'at bersih. Mudah-mudahan dengan Bergotong royong bisa menekan angka kasus DBD. Kami harap masyarakat dapat pro aktif dalam memutus mata rantai DBD," kata dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait