#dbd#mesuji

Kasus DBD di Mesuji Capai 90 dan Berpotensi Bertambah

Kasus DBD di Mesuji Capai 90 dan Berpotensi Bertambah
Serda Madsudin, Anggota Koramil 426-01 Simpang Pematang bersama masyarakat bersihkan lingkungan cegah DBD beberapa waktu lalu. (Foto: DoK Koramil 426-01)



MESUJI (Lampost.co)--Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Mesuji tahun ini, hingga Minggu, 16 Oktober 2022, mencapai 90 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Mesuji, Suyono, saat dikonfirmasi mengatakan jika jumlah tersebut bisa bertambah.

"Hujan sepanjang tahun ini berpengaruh atas tingginya kasus DBD. Disisi lain, kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan menjadi syarat mutlak menekan angka DBD," kata Suyono.

Ia menerangkan jika kasus terbanyak ada di Kecamatan Tanjung Raya. Untuk itu, masyarakat diminta untuk menerapkan 3m plus setiap harinya.

"3M plus adalah kegiatan menguras penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur benda-benda yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk DBD. Kami terus berikan penyuluhan kepada masyarakat," imbuhnya.

Sementara Pemerintah Desa Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, terus berupaya mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

"Kami bersama Babinsa, Babinkamtibmas, terus mengajak masyarakat untuk turut serta menekan penyebaran DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan. Jumat bersih menjadi agenda rutin kami untuk melakukan bersih bersih secara serempak," kata Supadi, kepala Desa Simpang Mesuji.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait