covid-19lampung

Kasus Covid Terus Meningkat, OPD dan Instansi Wajib Miliki Tim Crisis

Kasus Covid Terus Meningkat, OPD dan Instansi Wajib Miliki Tim Crisis
Foto: Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto. Lampost/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Grafik angka kasus terkonfirmasi positif corona virus disease (covid-19) masih tinggi di Provinsi Lampung. Virus tersebut melanda disendi-sendi kehidupan bermasyarakat bahkan beberapa kantor-kantor yang pegawainya terkonfirmasi positif terpaksa harus lockdown dan melakukan pekerjaan dari rumah atau work from home (WFH).

Berdasarkan update kasus covid-19 di Provinsi Lampung periode data 18 maret sampai minggu 22 November 2020 terdapat kasus konfirmasi positif sebanyak 3122 kasus dengan rincian 46 kasus baru dan 3076 kasus lama. Kemudian kasus suspek ada 110 kasus dengan rincian 13 kasus baru dan 97 kasus lama. Selanjutnya untuk kasus positif selesai isolasi sebanyak 1852 kasus dan kasus konfirmasi kematian 148 kasus.


Di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Instansi seperti Inspektorat yang terpaksa harus ditutup karena pegawainya terkonfirmasi positif covid-19. Bahkan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung juga lockdown. Beberapa tokoh di Lampung juga menjadi pasien covid-19 diantaranya Rektor Universitas Lampung Karomani yang masih dilakukan perawatan, kemudian Kepala Inspektorat Provinsi Lampung sekaligus Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Lampung Tengah Adi Erlansyah yang telah sembuh dan beberapa tokoh lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mengatakan bahwa protokol kesehatan pencegahan covid-19 merupakan hal yang wajib dilakukan. Kemudian juga ia meminta kepada semua pihak untuk taat mengikuti aturan hukum yang telah dibuat oleh Presiden, Menteri dan Kepala Daerah terkait pandemi covid-19 ini.

"Setiap OPD dan Instansi harus ada tim crisisnya. Lakukan pencegahan kemudian bila ada pegawai dikantornya terkonfirmasi positif maka langsung di tracing, isolasi dan sterilkan kantornya," kata Fahrizal

Kemudian ia mengatakan kepala dinas atau intansi terkait harus cepat tanggap terhadap situasi saat ini. Apabila ada yang terkonfirmasi positif covid ambil kebijakan untuk menutup kantornya, atau 50% pegawai masuk kerja tergantung situasinya. Kemudian agar pekerjaan sehari-hari tidak terbengkalai maka pegawainya bisa work from home.

"Agar tugas tak terbengkalai, bisa bekerja dari rumah. Saat ini banyak yang positif covid 19 tapi badannya segar bugar, kita hindari penularan itu. Tugas bisa diselesaikan work from home," katanya. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait