#covid-19indonesia

Kasus Aktif Covid-19 di Semarang Meledak hingga 700 Persen

Kasus Aktif Covid-19 di Semarang Meledak hingga 700 Persen
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. ANTARA/I.C.Senjaya


Semarang (Lampost.co) -- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan kasus penularan covid-19 di wilayahnya tergolong sangat cepat. Dalam dua pekan setelah libur Lebaran Idulfitri 2021 berakhir, jumlah kasus aktif covid-19 di Kota Semarang meroket hampir 700 persen.

 

"Banyak hal yang jadi sebaran covid-19. Tapi saya sampaikan, hari ini didominasi klaster keluarga. Tapi ini cepat sekali," kata Hendrar Prihadi, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 21 Juni 2021.

Hendrar Prihadi mengaku tidak tahu penularan covid-19 sangat cepat itu disebabkan oleh varian baru virus korona atau bukan. Sampai sejauh ini, kata Hendrar Prihadi, hasil pemeriksaan whole genome sequencing virus korona yang diuji di laboratorium belum keluar.

"Tidak tahu varian delta atau apapun. Hasil lab belum keluar. Jadi kecepatannya luar biasa," ujar Hendrar Prihadi menegaskan.

Namun, guna menekan angka penularan virus korona yang berskala masif, Hendrar Prihadi memutuskan menutup seluruh aktivitas wisata dan hiburan di Kota Semarang, mulai Selasa, 22 Juni 2021. Para pengelola destinasi dan hiburan dilarang membuka usaha mereka selama lonjakan kasus covid-19 di Kota Semarang belum dapat dikendalikan.

Menurut Hendrar Prihadi, kasus covid-19 di Kota Semarang sudah melonjak hampir 700 persen. Hendrar Prihadi berujar kasus aktif covid-19 di Kota Semarang hari ini berjumlah 1.992 orang meningkat tajam dari yang semula hanya 200-300 orang pada masa libur Lebaran Idulfitri 2021.

Meski menutup tempat wisata dan hiburan, Hendrar Prihadi mengaku masih membolehkan aktivitas ekonomi seperti membuka warung, restoran, dan mal. Asalkan, usaha ekonomi mereka sudah harus ditutup pada pukul 20.00 WIB.

"Semua aktivitas usaha seperti warung dan restoran harus tutup pukul 20.00 WIB. Imbauannya warga pesan take away. Masih boleh makan di tempat, hanya dibatasi kapasiasnya," ujar Hendrar Prihadi menegaskan.

Hendrar Prihadi mengatakan untuk menekan penularan covid-19, Pemerintah Kota Semarang akan menggenjot program vaksinasi. Dia menargetkan paling lambat dua pekan ke depan ada 50 ribu lagi warga Kota yang sudah disuntik vaksin covid-19.

"Kami sudah dapat tambahan 100 ribu vaksin untuk 50 ribu warga. Akan kita genjot untuk sepekan sampai dua pekan. Warga Kota Semarang sampai saat ini yang sudah divaksin sekitar 300-an ribu warga," jelasnya seraya menambahkan target warga Kota Semarang yang harus divaksin berjumlah 1,1 juta orang.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait