#beritalampung#beritabandarlampung#hukum#korupsi

Kasi PB3R Kejari Bandar Lampung Ditarget Segera Rampungkan Lelang Aset Alay dan Satono

Kasi PB3R Kejari Bandar Lampung Ditarget Segera Rampungkan Lelang Aset Alay dan Satono
Kajari Bandar Lampung Helmi saat diwawancarai soal aset Alay dan Satono, Jumat, 6 Januari 2023. Lampost.co/Asrul


Bandar Lampung (Lampost.co): Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandar Lampung Helmi memberikan target kepada Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (PB3R), agar segera mengeksekusi dan melelang aset para terpidana korupsi APBD Lampung Timur.

Para terdakwa yakni bos Bank Tripanca Sugiarto Wiharjo alias Alay, dan juga mantan Bupati Lampung Timur Satono.

Perintah tersebut disampaikan Kajari Helmi pada acara serah terima jabatan Kasi PB3R dari Ditta Ardian kepada Miryando, Jumat, 6 Januari 2023.

"Tugas dia secara tuntas. Segera melelang aset untuk uang pengganti Alay di Gudang Sharp dan punya Satono yang sudah kami sita," ujar Helmi.

Lanjut Helmi, aset milik almarhum Satono yang telah disita nilainya mencapai Rp6,9 miliar yang terdiri dari enam bidang tanah. Kemudian, masih ada sekitar lima bidang tanah yang telah ditracing dan diblokir oleh Kajari Bandar Lampung bekerja sama dengan Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejagung RI.

"Aset almarhum Satono yang ditracing ini dengan yang sebelumnya (Rp6,9 miliar) kemungkinan bisa mencukupi sampai Rp10 miliar. Tapi harus dipastikan terlebih dahulu," papar Kajari.

Selanjutnya, gudang Sharp milik Alay yang terletak di Jalan Yos Sudarso, Bandar Lampung juga masih menunggu proses pelelengan dari KPKNL Bandar Lampung dan ditentukan besarannya nilainya.

"Mudah-mudahan aset Alay triwulan I atau triwulan II 2023 (bisa dilelang). Mudah-mudahan sekali dilelang langsung laku terjual," katanya.

Pada pekara ini, Alay baru membayar ganti kerugian sekitar Rp11 miliar dari total keselurhan Rp106,86 miliar uang pengganti. Alay ditangkap tim gabungan Kejaksaan dan KPK pada Februari 2019 di Bali, setelah mejadi DPO selama tujuh tahun.

Sementara, eks Bupati Lampung Timur Satono dinyatakan meninggal pada 12 Juli 2021, setelah bertahun-tahun menjadi DPO Korps Adhyaksa. Mahakamah Agung menjatuhkan vonis 15 tahun penjara dan denda Rp500 juta, serta membayar uang pengganti Rp10,58 miliar.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait