#beritalampung#beritalampungterkini#laporanpalsu#perampokan

Karyawati PNM Terancam 9 Tahun akibat Laporan Palsu

Karyawati PNM Terancam 9 Tahun akibat Laporan Palsu
Karyawati PT Pemodalan Nasional madani (PNM) Mekar yang membuat laporan palsu perampokan terancam 9 tahun penjara. Dok


Way Kanan (Lampost.co) -- Karyawati PT Pemodalan Nasional madani (PNM) Mekar harus berurusan dengan polisi. RF (18), warga Kampung Gistang, Kecamatan Umpusemenguk, Way Kanan, membuat laporan palsu dengan mengaku menjadi korban perampokan. 

Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna melalui Kasat Reskrim AKP Andre Try Putra menjelaskan sebelumnya warga Way Kanan sempat dibikin heboh dengan berita di sosial media tentang seorang wanita menjadi korban perampokan di Km 06 Kecamatan Blambanganumpu, Way Kanan, usai mengambil uang angsuran pinjaman dari PT PNM Mekar Rp25.293.000, beberapa bulan lalu. 

Baca juga: Mencuri Tas Berisi Uang Rp8 Juta, Seorang Wanita Jadi Bulan-bulanan Warga 

Sebelumnya, RF yang bekerja sebagai karyawati PNM Mekar di bagian AO (account officer)/penagihan tersebut datang ke Polres Way Kanan melaporkan perampokan yang dialaminya di Km 6 Kecamatan Blambanganumpu dan membuat laporan polisi pada 26 Oktober 2022. “Namun, ternyata laporan tersebut palsu setelah polisi menemukan kejanggalan dalam transaksi di rekening inisial RF,” ujarnya, Selasa, 6 Desember 2022. 

Kemudian penyidik mengecek dan memeriksa ulang RF pada Senin, 5 Desember 2022, pukul 15.00 WIB. Hasilnya pemeriksaan ulang RF, kejadian curas yang dilaporkan olehnya tidak terjadi sehingga Satreskrim Polres Way Kanan mengungkap kasus ini.

Selain itu, berdasarkan pemeriksaan petugas, RF nekat membuat laporan palsu atas keinginannya sendiri karena diduga menjadi korban penipuan online sekitar Rp24 juta. 

“Atas perbuatannya, yang bersangkutan dapat dikenai Pasal 242 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal sembilan tahun,” katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait