#tumor

Kartu BPJS Tidak Aktif, Asa Sembuh Mbah Idah Sirna

Kartu BPJS Tidak Aktif, Asa Sembuh Mbah Idah Sirna
Mbah Idah, penderita tumor ganas warga Dusun I Desa Way Sidomukti, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, membutuhkan uluran tangan dermawan, Jumat, 20 Maret 2020. Dok.


Kalianda (Lampost.co) -- Ruwaidah (66 tahun),  seorang nenek penderita tumor ganas, hanya bisa terduduk lemas dengan napas yang tersendat dan perut yang makin membesar. Warga kurang mampu dari Dusun I, Desa Way Sidomukti, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, yang sudah lima tahun menderita akibat penyakitnya hanya bisa menitikkan air mata dan pasrah kepada Allah swt setelah harapan satu-satunya yaitu kartu BPJS untuk terlepas dari tumor ganas itu sudah tidak sakti lagi. 

“Kartu BPJS-nya sudah tidak aktif lagi," kata Kanit Binmas Polsek Penengahan Aiptu Nurkholis saat membesuk sang nenek, Jumat, 20 Maret 2020.

Serangan tumor ganas yang menggerogoti badannya membuat perut janda yang tinggal bersama anak mantu ini terus membesar hingga dia makin kesulitan menggerakkan badannya. Bahkan, sejak satu bulan terakhir ini,  nenek yang kerap disapa Mbah Idah sudah tidak bisa lagi tidur maupun jalan. 

Kanit Binmas Polsek Penengahan Aiptu Nurkholis tahu persis kondisi Mbah Idah. Sebab, setiap pekan selama tiga bulan terakhir selalu memantau perkembangan kesehatan Mbah Idah.

"Makin lama makin ganas tumor yang ada di perutnuya,” ujarnya.

“Satu bulan ini tambah parah. Sudah tidak bisa jalan sama tidur. Hanya bisa duduk, buat tidur juga napas terasa sesak, " kata Mbah Idah di kediamannya,  Jumat, 20 Maret 2020.

Namun apa daya, karena keterbatasan biaya dan diperparah kartu BPJS yang sudah tidak aktif lagi membuatnya tak pernah berobat ke puskesmas atau ke dokter ahli.

"Makin hari tambah parah  kondisi Mbah Idah.  Sebenarnya Mbah Idah ingin sekali penyakitnya diangkat dengan operasi, namun harapannya sirna ketika kartu BPJS yang akan digunakan biaya operasi sudah tidak aktif lagi. Kasihan… kasihan," kata Aiptu Nurkholis.

Dia berharap ada bantuan pemerintah atau dermawan yang terketuk hatinya untuk melepas derita akibat penyakit yang menggerogoti tubuh rapuh Mbah Idah. "Setelah melihat kondisi Mbah Idah seperti ini, saya harap ada bantuan pemerintah maupun dermawan dengan membawanya ke rumah sakit untuk dioperasi. Itu merupakan harapan Mbah Idah," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait