#harikartini#kartiniday

Kartini Inspirasi Susi Susanti Cetak Prestasi

Kartini Inspirasi Susi Susanti Cetak Prestasi
Kelapa Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Susy Susanti.Dok. PBSI


Jakarta (Lampost.co) -- Legenda bulu tangkis Indonesia Susy Susanti mengatakan kesempatan perempuaan untuk menggeluti bidang apa pun serta menentukan pilihan hidupnya sudah terbuka lebar pada masa kini.

"Saya melihat saat ini kesempatan bagi wanita sudah terbuka lebar. Banyak sekali wanita Indonesia yang beprestasi di bidangnya masing-masing," kata Susy dalam acara Ngobrol Online Menpora Bareng Kartini Olahraga di Instagram, Selasa, 4 April 2020.

Susy mengatakan perjuangan Kartini di masa lalu juga telah membuatnya jadi lebih bebas menunjukkan bakat di bidang bulu tangkis. "Berkat perjuangan Kartini, kita bisa bebas memilih apa pun sebagai wanita. Saya sebagai wanita ingin memberikan sesuatu yang terbaik lewat bakat saya di bulu tangkis," ujarnya.

"Bulu tangkis ini tidak mudah, butuh kerja keras dan perjuangan. Berkat kerja keras, cita-cita saya sejak kecil untuk bisa menjadi juara dunia bisa tercapai," katanya.

Kerja keras, disiplin, dan rasa tanggung jawab itulah yang akhirnya membuat Susy menjadi atlet perempuan pertama Indonesia yang menyumbang emas di Olimpiade 1992 Barcelona. Prestasi itu terus berlanjut dengan meraih gelar juara di Kejuaraan Dunia 1993, Piala Dunia 1993, 1994, 1996, dan 1997, hingga memutuskan pensiun satu tahun kemudian.

Meski telah gantung raket, Susy masih terus menunjukkan dedikasinya di dunia olahraga dengan menjabat sebagai kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI. Ia bercerita berkat perjuangan Kartini, posisi perempuan kini tak lagi hanya dikaitkan dengan ibu rumah tangga, tapi bisa berkarier lebih daripada itu.

Susy juga sudah berumah tangga, namun menurut dia, hal itu tak bukan alasan untuk berhenti begitu saja mengabdi bagi bangsa Indonesia. Di PBSI, Susy bertekad mengembalikan kejayaan semua sektor bulu tangkis Indonesia.

Wanita kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat itu tetap mengingatkan, meski sukses dalam hal karier, perempuan tetap harus bertanggung jawab sebagai istri dan ibu rumah tangga yang baik.

"Wanita tetap tidak boleh meninggalkan takdir itu. Kita tetap harus bisa membagi waktu. Di waktu tertentu kita tetap harus bekerja, menyalurkan, membantu. Yang penting kita bisa membagi waktu kita dengan baik," kata istri dari mantan pebulu tangkis Alan Budikusuma itu.

EDITOR

Medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait