#kpk#unila

Karomani Diduga Punya Tim Marketing Cari Calon Penyuap

Karomani Diduga Punya Tim Marketing Cari Calon Penyuap
Jubir bidang penindakan KPK Ali Fikri/Medcom.id/Candra


Jakarta (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Rektor Unila Karomani memiliki tangan kanan untuk membantunya menerima mahasiswa baru melalui jalur suap. Tangan kanan itu bekerja seperti tim marketing untuk mencari calon penyuap.

Informasi ini didalami dengan memeriksa tiga saksi yakni pegawai negeri sipil (PNS) I Wayan Mustika, karyawan badan usaha milik daerah (BUMD) H Harwoto, dan ibu rumah tangga Irvia Marcelo.

"Para saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dugaan adanya tawaran melalui orang kepercayaan tersangka KRM (Karomani) untuk memudahkan kelulusan mahasiswa baru dengan memberikan sejumlah uang," kata juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis yang dikutip pada Minggu, 4 November 2022.

BACA JUGA: Karomani Akui Masukkan 23 Mahasiswa Titipan

Ali enggan memerinci identitas tangan kanan Karomani itu. Keterangan para saksi diyakini menguatkan tudingan penyidik dalam dugaan suap penerimaan mahasiswa baru di Unila ini.

Karomani mengaku berkomunikasi langsung dengan sejumlah orang tua calon mahasiswa baru (maba) yang meminta bantuannya untuk diterima di perguruan tinggi negeri tertua di Lampung itu.

Dalam sidang perkara kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru untuk terdakwa Andi Desfiandi, Rabu, 30 November 2022, Karomani menyebutkan sejumlah tokoh yang menitipkan anak maupun saudara mereka kepadanya untuk diterima sebagai mahasiswa Unila.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait