#PENCABULAN#PELECEHANSEKSUAL

Kapolsek Sebut Aksi Cabul Oknum Guru kepada Empat Korbannya Terkonfirmasi

Kapolsek Sebut Aksi Cabul Oknum Guru kepada Empat Korbannya Terkonfirmasi
Pelaku digelandang ke Mapolsek Pagelaran, Pringsewu, Senin, 12 Juli 2021. Lampost.co/Widodo


Pringsewu (Lampost.co) -- Kapolsek Pagelaran AKP Safri Lubis, menyatakan pihaknya sudah memanggil tiga korban lain bersama orang tuanya untuk melakukan pemeriksaan sebagai saksi sekaligus korban. 

"Ya, kemarin kami sudah panggil ketiga korban lain di luar korban RU (15)," kata Kapolsek di ruang kerja, Selasa, 13 Juli 2021. 

Ia menjelaskan dari hasil pemeriksaan terhadap tiga korban lainnya yaitu UN (14), RH (14), dan JD (15), ternyata apa yang disangkakan terhadap oknum guru berinisial SF (35) dibenarkan ketiga korban tersebut. Kapolsek AKP Safri Lubis menyatakan pengakuan tiga korban pencabulan di luar korban RU, menguatkan pemeriksaan awal Polsek Pagelaran. 

"Ya, ini memperkuat hasil pemeriksaan korban pertama dan penyidikan awal tersangka," ujarnya.

Baca juga : Ustaz Cabul di Pagelaran Ditangkap

Menurut Kapolsek, kasusnya semakin terang benderang dan pihak penyidik tidak berhenti begitu saja. Ia meminta semua korban yang pernah dicabuli segera melapor agar kasusnya bisa segera dituntaskan. 
"Saya juga meminta para korban, jika ada temannya yang curhat karena dicabuli, mohon untuk segera lapor saja ke polisi," kata Safri.

Ia menambahkan berdasarkan keterangan tersangka korban pencabulan untuk sementara empat orang. Namun, polisi terus mengejar apakah ada korban lain atau tidak.

Baca juga : Kasus Kekerasan Anak di Bandar Lampung Naik

Diberitakan sebelumnya, oknum guru pondok pesantren di Pagelaran, Pringsewu, berinisial SF (35) ditangkap Polsek Pagelaran pada Kamis (8/7/2021) malam lantaran dugaan mencabuli empat anak di bawah umur.

Kapolsek Pagelaran AKP Safri Lubis menyatakan berdasarkan pemeriksaan, tersangka SF telah mencabuli empat anak di bawah umur yang merupakan santriwati dan masih berusia 14 serta 15 tahun. Pengungkapan kasus berawal dari laporan orang tua RU(15) salah satu santriwati, yang menjadi korban kebejatan pelaku.
“Atas laporan orang tua korban, polisi menangkap tersangka. Mirisnya, perbuatan cabul tersangka berlangsung di lokasi pesantren. Kejadian berlangsung sejak Januari sampai akhir Juni 2021,” ujarnya, Senin (12/7/2021).

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait