#mudik2021#ramadan#mudiklebaran#bakauheni

Kapolri: Tempat Wisata di Zona Merah Harus Ditutup

Kapolri: Tempat Wisata di Zona Merah Harus Ditutup
Kapolri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Tengah) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Ketua DPR RI Puan Maharani meninjau posko penyekatan check point Pelabuhan Bakauheni Lampung, Minggu, 9 Mei 2021. Dok Polda Lampung


Kalianda (Lampost.co) -- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Ketua DPR RI Puan Maharani meninjau posko penyekatan check point Pelabuhan Bakauheni Lampung. Kapolri bersama rombongan mendapatkan penjelasan soal pelaksanaan pelarangan mudik oleh pihak PT. ASDP Fery Indonesia cabang Lampung.

Kapolri mengatakan selama pelarangan mudik Lebaran dari 6 sampai 17 Mei 2021 hanya ada 18 kapal Roro Fery yang dioperasikan.

“Jadi berbeda dengan hari biasa yang dioperasikan 32 kapal, dengan rata-rata dan 105-110 trip,” kata Kapolri dalam keteranganya, Minggu, 9 Mei 2021.

Baca: 1.188 Kendaraan Masuk Lampung via Bakauheni

Pengurangan kapal feri ini, kata Kapolri, demi menurunkan jumlah penumpang dan kendaraan yang melakukan penyeberangan selama pelarangan mudik Lebaran.

“Per hari ada 3.245 kendaraan jenis angkutan logistik dan ekspedisi,” ujarnya.

Setelah melakukan peninjauan di Pelabuhan Bakauheni, Kapolri bersama rombongan terbang ke Posko Penyekatan di Pelabuhan Merak, Banten dengan menggunakan helikopter milik TNI Angkatan Udara.

Dalam pengamanan Lebaran, Kapolri mengatakan jumlah personel gabungan yang melakukan penjagaan di Merak sebanyak 2.506 personel, terbagi dalam 19 pos pelayanan, 5 pos pengamanan dan 24 pos penyekatan. 

“Operasi ketupat ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus covid-19. Maka diperkuat protokol kesehatannya,” kata Kapolri. 

Selain penyekatan di pintu tol dan pelabuhan, Kapolri mengatakan beberapa tempat wisata di Banten, seperti pantai Anyer, Carita, dan Labuan juga dilakukan pengamanan dan penyekatan untuk mengontrol wisatawan agar tidak menimbulkan kerumunan.

“Penyekatan kegiatan masyarakat yang melakukan wisata, di wilayah zona merah tempat wisata wajib ditutup atau ditiadakan,” ujar Kapolri.

Kaporli mengimbau para pelaku usaha baik tempat wisata, hotel, hingga restoran untuk ketat dalam menerapkan protokol kesehatan kepada pengunjung.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait