#Kesehatan#VirusKorona

Kapolri Instruksikan Perketat Pengawasan Prokes Tempat Wisata

Kapolri Instruksikan Perketat Pengawasan Prokes Tempat Wisata
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana


Jakarta (Lampost.co) -- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengistruksikan jajarannya mengawasi protokol kesehatan (prokes) di tempat wisata. Masyarakat diprediksi mengunjungi tempat wisata selama larangan mudik diberlakukan.

Perintah itu tertuang dalam surat telegram (STR) Nomor STR/336/IV/PAM.3.2./2021 pada 30 April 2021. STR ditandatangani Asisten Kapolri Bidang Operasi Irjen Imam Sugianto atas nama Listyo.

“Animo masyarakat masih cukup tinggi untuk mengunjungi lokasi wisata sebagai sarana hiburan lebaran dan memungkinkan adanya klaster baru dalam penyebaran covid-19,” tulis STR itu seperti dikutip Medcom.id, Selasa, 4 Mei 2021.

Listyo juga memerintahkan jajarannya memetakan lokasi wisata di wilayah masing-masing. Kemudian, melakukan giat fungsi intelijen dan deteksi dini.

"Serta deteksi aksi terhadap animo masyarakat yang melakukan kunjungan wisata," tulis Listyo.

Jajaran Polri diinstruksikan melakukan pengamanan dan memperketat pengawasan prokes di destinasi wisata. Upaya itu harus dikoordinasikan dengan kementerian/lembaga atau dinas terkait, termasuk Satuan Tugas (Satgas) Covid-19.

"Dan, pemberian sanksi manakala terdapat wisatawan yang terkonfirmasi covid-19 saat berwisata," tegas Listyo.

Listyo mengingatkan pemberian sanksi harus sesuai undang-undang. Dengan begitu, tidak terjadi penyelewengan dalam penegakan hukum.

"Apabila lokasi wisata berada di zona oranye dan atau zona merah maka wajib ditutup," papar dia.

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri itu juga memerintahkan jajarannya menggencarkan sosialisasi dan imbauan ihwal prokes. Mulai dari rajin memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

"Memberitahukan informasi larangan masuk ke lokasi wisata bagi pekerja dan pengunjung yang memiliki gejala demam," tutur Listyo.

Polri juga mendorong penggunaan metode pembayaran non-tunai untuk meminimalkan kontak fisik. Kemudian, menyediakan pos kesehatan yang dilengkapi tenaga kesehatan serta memastikan pengunjung tidak berkerumun.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait