#KRINANGGALA#KAPALSELAM#BERITABANDARLAMPUNG

Kapolri hingga Ketua KPK Kirim Karangan Bunga untuk Kapten KRI Nanggala

Kapolri hingga Ketua KPK Kirim Karangan Bunga untuk Kapten KRI Nanggala
Sejumlah karangan bunga yang terpajang di halaman kediaman Chandra Yunita, kakak dari Letkol Heri Oktavian, Senin, 26 April 2021. (Lampost.co/Asrul S Malik)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Karangan bunga menghiasi sekitar kediaman Chandra Yunita, kakak Letkol (P) Heri Oktavian, kapten KRI Nanggala 402, di Rajabasa Pemuka, Rajabasa,  Senin, 26 April 2021. Pantauan lampost.co, Senin, 26 April 2021 siang, dari beberapa karangan bunga yang berjejer, terlihat karangan bunga dari Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo, dan Ketua KPK RI Komjen Pol Firli Bahuri.

Ada juga karangan bunga dari Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno dan Komandan Lanal (Danlanal) Lampung Kolonel Laut (P) Nuryadi. Tim trauma healing Polda Lampung juga telah menyambangi kediaman Keluarga,  untuk memberikan pendampingan psikologis terhadap keluarga korban, pada Senin, 26 April 2021 pagi. Dalam wawancara awak media pada Minggu, 25 April 2021 siang, disebutkan Chandra Yunita mengenal sang adik sebagai sosok yang cekatan, teliti dan penuh dengan persiapan sebagai Tentara Angkatan Laut, maupun sebagai kepala keluarga dalam kesehariannya. 

"Heri orangnya teliti banget. Kalau pulang ke Lampung teliti, tempat tidur anaknya, panci kompor buat anaknya aja dibawa dari sini. Saya yakin dia persiapan dan teliti. Misalnya, bawa tabung oksigen tambahan atau upaya lainnya di kapal itu, saya masih optimistis dengan adik saya dan hal-hal ketelitiannya dalam bekerja," ujarnya Minggu, 25 April 2020 siang.

Letkol Heri terakhir pulang ke Lampung pada Idulfitri  tahun 2017. Karena Letkol Heri harus berangkat ke Hamburg, Jerman Selama dua tahun, kemudian ia langsung menjabat komandan Sekolah Awak Kapal Selam atau Dansekasel di Pusat Pendidikan Khusus sejak November 2019, hingga ditunjuk menjadi komandan KRI Nanggala 402 pada 2020. Sang adik juga tercatat pernah menimba ilmu survival di Australia, dan berkuliah Nanyang Universiti Australia.

Ibunya pun sempat ke Surabaya dan diajak masuk ke kapal selam lainnya pada 2020, bukan KRI Nanggala 402.

"Terakhir ke Lampung pada 2017, tapi terakhir kontakan via video call, beberapa hari sebelum berlayar, yang angkat istrinya, dikabari istrinya kalau dia mau latihan," katanya

Chandra Yunita pun sudah siap dengan konsekuensi dari profesi sang adik sebagai prajurit angkatan laut, di mana suatu saat akan ada hal-hal yang tak diinginkan.

"Saya paham konsekuensi dari profesi adik saya," ujarnya.

Sang Ibu Murhaleni (73) pun sempat berkomunikasi dengan Letkol Heri, beberapa hari sebelum ia berlayar. Ia mengirimkan informasi larangan mudik ke anaknya.

"Saya kirim video larangan mudik, dan emang tahu kalau ada dia mau berlayar. Jadi, nanti enggak bisa komunikasi. Saya berharap segera ditemukan dalam keadaan selamat," kata perempuan yang menggunakan hijab warna pink tersebut.


 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait