#Kesehatan#VirusKorona

Kapolresta Tanggapi Video Cekcok Polisi dan Pedagang di Bandar Lampung

Kapolresta Tanggapi Video Cekcok Polisi dan Pedagang di Bandar Lampung
ilustrasi. Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kapolresta Bandar Lampung Kombes Yan Budi Jaya menanggapi viralnya video cekcok antara anggotanya dengan pemilik angkringan di Jalan Imam Bonjol, Gedongair, Bandar Lampung.

"Saya minta anggota lebih tenang, persuasif dan humanis. Warga juga diharapkan kesadarannya. Kita sedang perang melawan covid-19. Pedagang masih bisa beroprasi sesuai ketentuan jam dan protokol kesehatan," ujar Yan Budi, Minggu, 11 Juli 2021.

Baca juga: Satgas Klarifikasi Cekcok Polisi dan Pedagang di Bandar Lampung

Ia meminta warga Bandar Lampung dan aparat sama-sama menahan diri, menjaga kondusifitas. Yan Budi menyebutkan pedagang juga harus memahami situasi pandemi saat ini. Apalagi Kota Bandar Lampung masuk zona merah covid-19.

Ia menerangkan per 12 Juli 2021, Bandar Lampung melaksanakan PPKM Darurat. Berdasarkan Imendagri No.20/2021, warung makan, kafe, pedagang kaki lima, termasuk angkringan beroprasi mulai pagi hingga pukul 20.00,dan makanan harus dibawa pulang.

"Tidak boleh makan ditempat atau dine in, saya harap masyarakat benar-benar patuh, mulai Senin ini kita PPKM Darurat," paparnya.

Sebelumnya, beredar video cekcok mulut antara anggota kepolisian yang tergabung dalam Satgas Covid-19 Bandar Lampung. Peristiwa itu terjadi Sabtu, 10 Juli 2021 di angkringan Jalan Imam Bonjol, Gedongair.

Juru Bicara Satgas Covid 19 Bandar Lampung Ahmad Nurizki mengatakan ada kesalahpahaman antara petugas dan pedangan. Namun, menurutnya Kedua belah pihak sudah saling memaafkan usai kejadian.

EDITOR

abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait