#kriminal#lampungtengah

Kapolres Lamteng: Sebelum Dibunuh Adiknya, Korban Sempat Ngamuk dan Aniaya Ibunya 

Kapolres Lamteng: Sebelum Dibunuh Adiknya, Korban Sempat Ngamuk dan Aniaya Ibunya 
Tiga pelaku yang kini berada di Mapolres Lampung Tengah, Senin, 4 April 2022. (Lampost.co/Raeza Handanny Agustira)


Gunungsugih (Lampost.co) -- Sebelum dibunuh, Firman Firdaus (36), sempat mengamuk dan menganiaya ibu kandungnya sehingga membuat kedua adik dan ayahnya emosi sehingga secara spontan menghabisi nyawanya. 

Pada (24/3/2022), korban sempat mengamuk kepada ibu kandung lantaran makanan yang disajikan oleh sang ibu tidak sesuai seleranya. Dia sempat memarahi dan menganiaya ibunya. 

"Sebelumnya, korban sempat mengamuk kepada ibunya, karena makanan yang dihidangkan tidak sesuai dengan yang dia mau. Dia ngamuk, teriak-teriak. Semua yang ada di dalam meja dilempar oleh korban, lalu ia membuka kulkas dan mengeluarkan semua isi kulkas ke lantai. Selanjutnya, dia melihat ibunya berada di dapur, dan sempat mendorong ibunya hingga tersungkur," kata Kapolres Lampung Tengah, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, di Mapolres Lampung Tengah, Senin, 4 April 2022. 

Melihat kondisi ibu korban yang tersungkur sambil kesakitan, usai dianiaya oleh korban, pelaku Riswan lantas mengambil balok kayu dan memukul korban hingga tersungkur. Selanjutnya, pelaku Deni mengetahui hal tersebut dan ikut membantu Riswan untuk mendekap dan mengikat koban. Selanjutnya, ayah korban juga melihat dan langsung membantu mengikat koban. 

"Jadi penyebab, meninggalnya korban lantaran diikat dalam posisi tengkurap. Dari leher diikat ke kaki, sehingga daya tarik terus menerus. Sehingga tidak bisa ditahan gaya gravitasi tubuhnya. Kakinya tetap menekuk dalam posisi temgkurap, lambat laun kakinya akan lurus, korban meninggal karena tidak bisa bernapas," jelasnya. 

Selanjutnya, secara tiba-tiba ada pengumuman di masjid, bahwa korban sudah meninggal. Kecurigaan muncul setelah pengumuman karena korban terlihat sehat. 

"Tiba-tiba ada pengumuman di masjid. Korban meninggal sangat tidak wajar, karena korban terlihat sehat dan agresif, dia tokoh yang kerap meresahkan banyak orang," tutup Kapolres. 

Baca juga: Perampok Sadis di Lamteng Dibunuh Ayah dan Adik Kandung

Sementara, Kepala Kampung Rengastubi, Suhaili, menerangkan korban memang kerap membuat resah masyarakat sekitar, saat emosi. 

"Iya, begitulah. Kadang-kadang ganggu masyarakat. Semau-mau dia. Kami juga trauma kejadian itu, namun dengan terungkapnya kasus ini tidak ada yang saling tuduh dan curiga jadi jelas. Kami ucapkan terimaksih kepada Kapolres Lampung Tengah yang sudah mengungkap kasus ini sehingga semua jelas dan terbukti," tutupnya. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait