#TILANGELEKTRONIK#BERITABANDARLAMPUNG

Kapolda Sebut Tujuan E-TLE Ubah Budaya Masyarakat dalam Berlalu Lintas

Kapolda Sebut Tujuan E-TLE Ubah Budaya Masyarakat dalam Berlalu Lintas
Ilustrasi: Pixabay.com


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno menyatakan tujuan dari adanya penilangan secara elektronik atau electronic traffic Law Enforcement (E-TLE) untuk mengubah budaya masyarakat dalam berlalu lintas dan membuat penegakan hukum yang berkeadilan serta mengurangi interaksi di tengah pandemi Covid-19.

"Semua wajib bersyukur karena dengan E-TLE ada harapan untuk mengubah  budaya masyarakat dalam berlalu lintas. Semoga program ini menjadi penegakan hukum yang lebih berkeadilan dan mengurangi berinteraksi dengan para pelanggar dan petugas. Karena tadi semua pekerjaan lalu lintas diawasi oleh kamera," ujarnya saat konferensi pers di Mapolresta Bandar Lampung, Selasa, 23 Maret 2021. 

Ia juga menyatakan E-TLE mulai berlaku sejak Selasa, 23 Maret 2021 di Bandar Lampung.

"Kami mulai menilang dari hari ini. Jadi, rekan-rekan harus berhati-hati kalau sedang berkendaraan, jangan sampai ada surat datang ke rumah (Surat cinta)," kata dia 

Di sisi lain, Dirlantas Polda Lampung Kombes Donni Sabardi Halomoan Damanik mengungkapkan E-TLE dimulai selama 24 jam dan untuk petugas yang berjaga  hanya 4-8 delapan orang.

"Satu titik ada dua kamera dan hari ini sudah berlaku selama 24 jam dan sementara untuk petugas ada 4 sampai 8 orang tetapi ada kemungkinan nanti akan terus bertambah di lihat dari keperluannya," kata dia.

Berdasarkan informasi yang didapat lima titik e-tilang atau electronic traffic law enforcement (ETLE) ada di Jalan  Sultan Agung (simpang fly over), Jalan Cut Nyak Dien (simpang JL Tamin dari Jl. Agus Salim), Jalan Pattimura (RM Begadang Resto), Jalan ZA Pagar Alam (UBL),Jalan Kartini (RM Garuda).

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait