koronaviruscoronabakauheni

Kapasitas Penumpang Kapal Dibatasi 85%, Kendaraan Barang Tak Dibatasi 

( kata)
Kapasitas Penumpang Kapal Dibatasi 85%, Kendaraan Barang Tak Dibatasi 
Arus penyeberangan angkutan kendaraan barang dan logistik di Pelabuhan Bakauheni tidak dibatasi pada masa adaptasi kenormalan baru, Rabu, 10 Juni 2020. Aan Kridolaksono

KALIANDA (Lampost.co) -- Kementerian Perhubungan resmi membatalkan pembatasan jumlah penumpang maksimal 50% dari kapasitas kapal angkutan sungai danau dan penyeberangan dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19. Kemenhub menerbitkan pengendalian transportasi menuju masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal berdasarkan zona atau wilayah yang ditetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menanggapi perubahan itu, PT ASDP cabang Bakauheni dalam penyelenggaraan transportasi angkutan sungai, danau dan penyeberangan lintas Pelabuhan Bakauheni-Merak berpedoman pada Surat Edaran Nomor 11/2020 tentang transportasi darat. 

"Dimana Gugus tugas menyatakan wilayah kita masuk zona hijau. Jadi kapasitas penumpang bisa 85% dan angkutan kendaraan barang tidak dibatasi," kata Humas PT ASDP cabang Bakauheni, Saifilahil Maslul Harahap mendampingi General Manager PT ASDP cabang Bakauheni Capt. Solikin kepada Lampost.co, Rabu, 10 Juni 2020.

Berdasarkan surat edaran dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemunhub tentang penyelenggaraan transportasi sungai danau dan penyeberangan di masa adaptasi kebiasaan baru menyebutkan wilayah penyeberangan yang masuk zona merah dibatasi kapasitas penumpang 50%, zona orange dibatasi jumlah penumpang 60%, zona kuning dibatasi 75%, dan zona hijau dibatasi jumlah penumpang 85 persen dari kapasitas kapal. 

Menurut Saiful, dengan dibukanya kembali aktivitas ekonomi berdampak pada peningkatan aktivitas penyeberangan. Rinciannya untuk kendaraan mengalami kenaikan rata-rata 29 persen dan penumpang naik 13 persen. Namun untuk peningkatan kendaraan difominasi oleh kendaraan angkutan barang dan logistik. 

Lebih lanjut ia menjelaskan pada akhir Mei 2020 lalu angkutan penyeberangan berjumlah sekitar 4.700 transaksi. Tetapi memasuki Juni hingga saat ini angkutan penyeberangan  di pelabuhan Bakauheni naik rata rata 8.000 transaksi setiap hari. 

“Tapi jumlah tersebut cuma 50 persen dari kondisi normal sebelum pandemi Covid-19," tandasnya.

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar