#djpb#zonaintegritas

Kanwil Perbendaharaan Lampung Canangkan Zona Integritas

Kanwil Perbendaharaan Lampung Canangkan Zona Integritas
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung mencanangkan pembangunan zona integritas sebagai implementasi program reformasi birokrasi di Aula Semergow Kanwil DJPb, Selasa, 9 Maret 2021. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung mencanangkan pembangunan zona integritas sebagai implementasi program reformasi birokrasi di Aula Semergow Kanwil DJPb, Selasa, 9 Maret 2021.

Proses pembangunan zona integritas mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 10 tahun 2019 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di lingkungan instansi Pemerintah.

Selain itu berdasar Keputusan Menteri Keuangan Nomor 426/KMK.01/2017 tentang Pedoman Pembangunan dan Penilaian Zona Integritas Menuju WBK di Lingkungan Kementerian Keuangan. Hal tersebut agar unit kerja di lingkungan Kemenkeu memperoleh predikat WBK dan WBBM.

Zona integritas merupakan sebutan atas predikat yang diberikan kepada Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK dan WBBM melalui upaya pencegahan korupsi, reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Pencanangan ini menjadi komitmen Kanwil DJPb Lampung dalam membangun zona integritas sebagai representasi semangat untuk terus mendukung penguatan integritas sebagai bagian terpenting dalam reformasi birokrasi," kata Kepala Kanwil DJPb Lampung, Sofandi Arifin.

Dia melanjutkan, berdasarkan Renstra DJPb 2020–2024, pihaknya memiliki milestones pembangunan menuju WBK dengan target seluruh unit kerja di lingkungan DJPb dapat memperoleh predikat WBK pada 2022.

“Pada 2021 Kanwil DJPb Lampung menjadi bagian dari target 42 unit kerja yang mendapatkan predikat WBK dari Tim Penilai Nasional,” ujarnya.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait