#kanwil#asimilasi

Kanwil Cabut Asimilasi Napi Penganiaya Anggota Polres Pringsewu

Kanwil Cabut Asimilasi Napi Penganiaya Anggota Polres Pringsewu
dok Lampost.co


Bandar Lampung  (Lampost.co) -- Kakanwil Kemenkumham Lampung Nofli menegaskan, akan mencabut asimilasi covid-19 jika napi kembali melakukan tindak pidana.

Hal tersebut terkait napi LP Kelas II A Narkotika Bandar Lampung bernama Sofian Warga Telukbetung Timur, yang ditangkap Polresta Bandar Lampung karena menganiaya anggota Polres Pringsewu Brigadir AAW.

Nofli memaparkan, hal tersebut sesuai dengan SE Dirjen Pemasyarakatan nomor PAS-516.PK.01.04.06 Tahun 2020 tanggal 2 April 2020 tentang Mekanisme Pelaksanaan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegaan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19,  angka 8 huruf (a)  Bagi narapidana dan Anak yang melakukan pelanggaran Syarat Umum ( melakukan pelanggaran Hukum kembali dan ditetapkan sebagai tersangka/Terpidana) dan / Atau Syarat Khusus Asimilasi maka kepala Bapas dapat melakukan pencabutan sementara dan mengusulkan pencabutan secara definitif kepada Kalapas/Karutan/KaLPKA untuk mencabut secara tetap dan selama menjalani asimilasi tidak dihitung menjalani pidana dan proses usulan integrasinya dibatalkan.

"Setelah kembali ke Lapas tid akan diberikan pembinaan  Asimilasi. Integrasi  (PB, CMB , CB) akan di tempatkan di straf sell," ujarnya Jumat 24 april 2020.

Nofli memaparkan pelaksanaan sanksi tersebut akan dilaksanakan oleh Bapas Bandar Lampung, sebagai unit yang memiliki kapasitas mengurus napi umum dan anak yang mendapatkan asimiliasi covid-19.

"Ya pengawasan mereka setelah di luar ada di Bapas," katanya.

Sementara, Kepala LP Narkotika Kelas II A Bandar Lampung Hensah belum bisa memastikan, kalau Sofian merupakan napi asal tempatnya secara spesifik. Sebab, belum ada informasi yang masuk ke dirinya, atau koordinasi dari Bapas, dan pihak kepolisian.

"Kalau dari nama yang di pemberitaan, memang ada napi namanya itu, cuma kita tak bisa paparkan detail kalau enggak ada nama atau identitas lengkapnya, mungkin nanti ada koordinasi dari bapas," katanya.

Namun Hensah memastikan jika informasi tersebut benar maka sanksi pencabutan asimilasi akan dilaksanakan.

"Nanti seandainya benar, asimilasi dicabut,dia dikembalikan ke LP untuk menjalani masa sisa pidananya, terus nanti akan dilanjut dengan pidana barunya, jika sudah ada kekuatan hukum," paparnya.

Sebelumnya, Satreskrim Polresta Bandar Lampung menangkap satu pelaku pengeroyokan Briptu Anis April Wahyudi, Anggota Polres Pringsewu.

Pelaku bernama Sofian, warga Gang Jati, Kelurahan, Perwata, Kecamatan Telukbetung Timur .

"Sudah kita tangkap di kediamannya," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rossef Efendi, Kamis, 23 April 2020.

Ternyata, pelaku merupakan narapidana yang baru saja mendapatkan program asimilasi covid-19, dari LP Kelas II A Narkotika Bandar Lampung atau LP Way Hui.

"Yang bersangkutan baru keluar (asimilasi) 2 April yang lalu," katanya.

Selain itu, Rossef mengatakan, satu orang berinisial SH, yang diduga ada di lokasi kejadian. Namun SH statusnya masih berupa saksi.

"Masih kita dalami ada keterlibatan yang lain apa enggak, karena menurut Pelaku (Sofian), ia tidak mengenal orang yang diduga ikut memukuli, dan katanya orang lewat saja," paparnya.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait