#unila

Kampus Hijau Unila Disokong Arboretum

Kampus Hijau Unila Disokong Arboretum
Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila Prof. Asep Sukohar saat ditemui di ruangannya. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (lampost.co) -- Konsep kampus hijau (green campus) didesain para pendahulu Unila saat dibangun pada 1965.

Salah satunya dengan adanya arboretum atau tempat berbagai pohon ditanam dan dikembangbiakkan untuk tujuan penelitian atau pendidikan.

Hal ini terus menjadi komitmen Unila dalam andil peran UI GreenMetric World University Rankings sebagai bentuk mewujudkan kampus hijau berkelanjutan dengan mengoptimalkan seluruh potensi.

"Salah satu bukti arboretum yang masih ada sampai saat ini seperti di depan Fakultas Pertanian, embung dan Fakultas Teknik," kata Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila, Prof. Asep Sukohar, Senin, 8 Agustus 2022.

Dia menjelaskan salah satu bukti komitmen Unila menyokong kampus hijau dengan mengikuti program dari Universitas Indonesia. UI GreenMetric menilai universitas berdasarkan komitmen dan tindakan terhadap penghijauan dan keberlanjutan lingkungan.

Ia memaparkan salah satu indikator penilaiannya berupa pengelolaan sampah dan limbah kampus, penggunaan zero plastic, kualitas udara yang baik, infrastruktur yang memadai, dan kampus hemat energi.

"Sekarang gedung-gedung baru Unila menggunakan listrik yang hemat energi. Kami menganut renew energy," tuturnya.

Menurutnya kampus hijau yang ideal adalah kampus yang menggunakan energi terbarukan dan pengelolaan sampah serta limbah yang mutakhir.

"Pengelolaan udara juga kami kurangi pakai AC," ujarnya.

Ia berharap Unila dapat masuk 10 besar UI GreenMetric di akhir kepengurusan rektor pada 2023.

"2019 peringkat 21, 2021 menjadi peringkat 15. Itu sangat mungkin sekali kita masuk 10 besar," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait