bantuanbpnt

Kampung di Lamteng Klaim Mampu Jadi Pemasok Bantuan BPNT

Kampung di Lamteng Klaim Mampu Jadi Pemasok Bantuan BPNT
Ilustrasi. Google Images


GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Sejumlah kampung di Lampung Tengah siap menggerakkan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) untuk menjadi rekanan pengadaan bahan makanan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Tujuannya agar proses distribusi lebih sederhana, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bisa menerima lebih maksimal, dan badan usaha di setiap kampung berjalan. 

Kepala Kampung (Kakam) Gorasjaya di Kecamatan Bekri, Budiyanto, mengatakan BUMK siap dan mampu menjadi suplier bahan makanan program BPNT. Dia yakin, bila terealisasi, sejumlah usaha seperti penggilingan, produsen telur, dan lain-lain di kampung akan merasakan manfaatnya. Budiyanto optimistis banyak kampung lain juga mendukung ini.

"Kalau terlaksana, perputaran ekonomi kampung menjadi lebih baik. Karena itu setiap bulan dan BUMK jadi punya kegiatan rutin yang menghasilkan setiap bulannya," kata Budiyanto, Selasa, 21 Juli 2020. 

Sementara Kakam Tanjung Anom Kecamatan Terusan Nanyai, Wasis Trisnohadi mengatakan, mendukung wacana ini. Ia juga yakin BUMK di Tanjung Anom maupun kampung-kampung lain juga siap dan mendukung. Namun yang harus ditegaskan, lanjut Wasis, aturan yang membolehkan BUMK jadi penyuplai bahan makanan itu jelas, agar kampung tidak melanggar aturan. 

"Aturannya yang penting. Kalau memang boleh, BUMK kami siap dan mampu," kata dia. 

Kemudian, Kakam Utama Jaya di Kecamatan Seputih Mataram, Hendri Sis Suyetno memastikan kapanpun BUMK Utamajaya siap. Sebab memang pada dasarnya BUMK Utama Jaya mampu untuk menyediakan bahan makanan dalam program BPNT. 

"Bisa, personel yang ngurus itu BUMK sudah ada dan barang yang diperlukan mudah didapat di sini," terangnya. 

Masih dari Seputih Mataram, Kakam Trimulyo, Joko Walidi juga menyatakan kesiapan BUMK di Trimulyo.  "Kami siap, malah bagus kalau bisa dilakukan bersama-sama semua kampung. Itu sudah cukup lama direncanakan," kata dia. 

Sebelumnya, Ketua DPRD Lampung Tengah, Sumarsono meminta agar BUMK di kampung-kampung diberdayakan untuk menjadi supplier bahan makanan pada program BPNT. Dengan begitu, tak hanya KPM terbantu dengan nilai yang maksimal, BUMK juga bisa berjalan, bahkan berkembang. 

Diketahui selama ini bahan makanan di suplai rekanan yang dari pusat dengan dana Rp200 ribu, sampai ke KPM dalam bentuk bahan makanan yang nilainya dinilai tak sampai Rp150 ribu.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait