#olahraga

Kami Ingin Berjuang untuk Daerah, Harap Diperlakukan Sama

Kami Ingin Berjuang untuk Daerah, Harap Diperlakukan Sama
Kontingen atlet disabilitas Lampung menuju Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) di Papua pada 2-15 November mendatang. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- "Kami ingin berjuang untuk daerah mas. Harap bisa diperlakukan sama." Begitu pernyataan yang dilontarkan salah satu atlet disabilitas tenis meja Lampung Ijul (40), warga Gisting, Tanggamus.

Ijul bersama sejumlah rekannya yang juga atlet disabilitas mengunjungi Lampung Post, Minggu, 24 Oktober 2021. 

Mereka berdiskusi terkait keberangkatan kontingen atlet disabilitas Lampung menuju Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) di Papua pada 2--15 November mendatang.

Ijul mengaku bersama rekan-rekannya dari Lampung Timur, Tanggamus, dan Bandar Lampung merasa pesimistis untuk bisa kembali membela nama Lampung dalam even nasional selevel Pekan Olahraga Nasional (PON) yang untuk atlet non disabilitas.

"Pada PON saja, Lampung mengirimkan 325 kontingen dengan 138 atlet. Mereka bisa masuk dalam 10 besar dengan atlet sebanyak itu," kata Ijul.

Sementara untuk atlet disabilitas, sampai kini belum jelas jumlah atlet yang bakal dikirim. Padahal banyak peluang mendulang medali emas dari atlet disabilitas Lampung, jika dilihat dari pengalaman even sebelumnya.

"Yang membuat kami lebih prihatin, pesimis dan minder adalah atlet disabilitas cabang olahraga Tenis Meja Beregu dan Tenis Meja Kursi Roda, belum ada kejelasan mengenai keberangkatan," kata dia.

Padahal cabang olahraga Tenis Meja Beregu dan kursi roda berulang kali mempersembahkan juara untuk Lampung. Selain pada Peparnas, di sejumlah Kejurnas Paralympic yakni di Bandung, Solo, dan lainnya, cabang olahraga tenis meja menuai kemenangan.

"Kami hanya ingin berpretasi dan berjuang untuk daerah. Meski disabilitas, kami juga mampu berprestasi, tolong jangan dibedakan dengan atlet non disabilitas," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait