#citralandlampung

Citraland dan Kolam Ikan Aceng

Citraland dan Kolam Ikan Aceng
Lokasi longsor persis di belakang kolam Ikan milik Aceng. Lampost.co/Asrul S Malik


Bandarlampung: Marsidi pasrah. Pria 40 tahun itu termangu melihat empat kolam ikannya tertimbun tanah longsor Citraland. Kolam ikannya terkena dampak longsor pada Selasa 26 Januari 2021. Namun, hingga Rabu 27 Januari 2021 sore, belum ada kejelasan ganti rugi dari pihak Citraland.

"Sampai saat ini belum jelas, belum pasti tempat saya ini diganti apa enggak," kata Marsidi sembari menghela napas ditemui di lokasi Perumahan Citraland, Kelurahan Sumurputri, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Rabu, 27 Januari 2021.

Aceng, sapaan akrab Marsidi, mengatakan empat kolam ikannya terdapat ribuan ekor berbagai jenis. Ada ikan nila, gurame dan mas, yang siap panen. Namun, perjuangannya memelihara ikan tersebut sekitar tujuh bulan sia-sia.

"Capek ngurusnya bang belum hasil," ujar Aceng seraya menunjuk timbun tanah pada kolam ikannya.

Apesnya ribuan ikan tersebut merupakan hasil ganti rugi dari pihak Citraland pada April 2020. Saat itu, longsor disertai timbunan lumpur menimpa kolam ikan dan rumah kecilnya. Rumah yang ambrol, sudah di relokasi sedikit dari lokasi awal.

"Saat itu ikan saya siap panen bang, tapi kena longsoran sama lumpur," katanya.

Dari rusaknya rumah Aceng, Citraland hanya mengganti rugi Rp6 juta. Kemudian sekitar 2.700 ekor ikan siap panen, diganti pihak Citraland dengan jumlah yang sama, namun seukuran setengah ruas jari tengah.

"Jadi ikan yang saya piara ini, ikan dari ganti rugi bibit yang longsor sebelumnya, belum dipanen udah kena lagi," ujar Aceng.

Menurutnya, sejak 2013 ia menempati tanah milik orang tuanya, tercatat sudah lima kali terjadi longsor atau endapan lumpur, yang menimpa kolamnya.

"Tapi dari sekian kejadian baru dua kali terakhir ini yang besar," katanya.

Pemantauan Lampost.co, pada Rabu 27 januari 2021, wilayah longsor tersebut kini telah diberi garis polisi berwarna kuning. Dari jauh terlihat alat berat mengurai longsoran.

Pada sudut yang berbeda, tampak di bekas tiang-tiang penyangga dari jalan yang ambrol. Jalan tersebut berbentuk letter U untuk memutar kendaraan diantara blok B dan A Klaster Davinci. Lokasi tersebut diakui manajemen merupakan hasil timbunan.

Lampost.co mencoba melihat kembali kondisi longsor dari dekat, yakni dari Klaster Davinci Citraland. Namun, tidak diperkenankan masuk langsung oleh pihak security.

"Silakan izin dulu ke kantor, kalau mau masuk, biar ada pendampingan,"katanya. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait