#pencabulan#asusila#kriminal#beritalampung

Kakek Pemerkosa Tetangga Hingga Hamil Didakwa Pasal Berlapis

( kata)
Kakek Pemerkosa Tetangga Hingga Hamil Didakwa Pasal Berlapis
Ruang sidang Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang. Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co): Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bandar Lampung mendakwa seorang kakek 77 tahun atas nama Syamsi alias Ompong, warga KP Sukajadi, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung dengan dua pasal sekaligus lantaran melakukan tidak pidana pencabulan terhadap DS 17 tahun hingga hamil 5 bulan. 

Jaksa Desmila Sari dalam dakwaannya mengatakan terdakwa telah melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak (DS) melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

Perbuatan terdakwa , kata Jaksa, sebagaimana diatur serta diancam pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 Ayat (1) dan atau Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No. 01 tahun 2016, tentang perubahan Undang Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Perbuatan yang dilakukan terdakwa berawal pada Maret 2020. Saat itu korban DS datang ke rumah terdakwa dengan maksud untuk mengambil beras bantuan dari vihara.

"Korban saat itu melihat terdakwa hanya seorang diri kemudian terdakwa menyuruh untuk masuk dan menunggu terdakwa selesai menjemur pakaian," kata Jaksa.

Setelah itu terdakwa menyuruh korban untuk mengambil beras di dapur rumahnya. Pada saat hendak mengambil beras, terdakwa membawakorban ke dalam kamarnya lalu mendorong korban hingga terjatuh ke atas kasur. 

Kemudian terdakwa menyuruh korban untuk membuka celananya, namun korban menolak. Lalu terdakwa mengancam sambil memegang kayu dengan berkata “buka kalau enggak saya gebuk," kata Jaksa menirukan perkataan terdakwa saat membaca dakwaan.

Setelah itu terdakwa membuka celana korban. Saat itu lah pencabulan pertama kali dilakukan terdakwa.

Pada hari yang sama sekira pukul 15.00 WIB. Korban kembali datang ke rumah terdakwa dengan maksud mengambil jam tangannya yang terjatuh. Terdakwa kemudian menyuruh korban untuk masuk ke dalam kamar, namun korban menolak. Saat itu terdakwa mengangkat tubuh korban dan kembali mencabuli korban untuk kali kedua.

"Usai melakukan perbuatan bejatnya, terdakwa memberikan uang sebesar Rp15 ribu dengan mengatakan gak usah bilang siapa-siapa, itu jamnya ada disitu. Lalu korban mengambil jamnya dan pulang," kata Jaksa.

Kemudian pada hari berikutnya di bulan yang sama, sekitar pukul 14.00 WIB, korban saat itu melewati rumah terdakwa saat hendak bermain ke rumah temannya. Saat itu korban merasa ingin buang air kecil, dan akhirnya korban menumpang buang air kecil ke rumah terdakwa. 

"Setelah buang air kecil terdakwa menghampiri korban yang hendak menaikkan celananya. Terdakwa langsung mendekati dan melakukan pencabulan yang berikutnya meski korban sempat menolak," kata Jaksa.

Setelah melakukan perbuatan bejatnya, terdakwa bangun dan mengambil uang sebesar Rp20 ribu. Lalu memberikannya kepada korban.

Hari berikutnya di bulan yang sama sekitar pukul 13.00 WIB, korban sedang bermain dengan temannya dibelakang rumah terdakwa. 

"Terdakwa menyuruh teman korban untuk membeli es. Lalu terdakwa menarik tangan korban untuk masuk ke kamar, didalam kamar pencabulan kembali terjadi. Usai mencabuli korban terdakwa kembali memberi korban uang Rp20 Ribu," kata Jaksa.

Bahwa sesuai dengan visum et repertum dari Rumah Sakit Dr. H. Abdul Moeloek Nomor : 357/2898.A/VII.02/2.1/VII/2020 tertanggal 30 Juli 2020 dilakukan konsultasi pada dokter ahli kandungan, dengan hasil pemeriksaan pencitraan dengan gelombang suara (USG kehamilan) dan didapatkan hasil yaitu janin tunggal hidup, usia kehamilan sekitar dua puluh minggu, denyut jantung janin normal, cairan ketuban normal, dan ari ari normal.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait