cabulasusila

Kakek Cabuli Tetangga Hingga Hamil Divonis 7 Tahun

Kakek Cabuli Tetangga Hingga Hamil Divonis 7 Tahun
Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang memvonis Syamsi Alias Ompong (77) Warga Kecamatan Panjang, kota Bandar Lampung dengan pidana penjara selama 7 tahun serta denda Rp1 Miliar Subsider 6 bulan penjara, lantaran melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur hingga hamil 5 bulan.

Hakim Ketua Hendro Wicaksono sepakat dengan tuntutan jaksa yang mana terdakwa secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pasal 81 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No. 01 tahun 2016, tentang perubahan Undang Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

" Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa 
Syamsi dengan pidana penjara selama 7 tahun dengan perintah tetap ditahan," kata hakim ketua.

Vonis majelis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa dimana sebelumnya terdakwa dituntut dengan pidana selama 8 tahun, selain itu terdakwa juga diwajibkan membayar pidana denda Rp1 Miliar Subsider 6 bulan penjara. 

Menurut Hakim terdakwa telah melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa Anak DS melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

Perbuatan yang dilakukan terdakwa berawal pada bulan Maret 2020, saat itu korban DS datang ke rumah terdakwa dengan maksud untuk mengambil beras bantuan dari vihara.

" Korban saat itu melihat terdakwa hanya seorang diri kemudian terdakwa menyuruh untuk masuk dan menunggu terdakwa selesai menjemur pakaian," kata majelis. 

Setelah itu terdakwa menyuruh anak (korban) untuk mengambil beras di dapur rumahnya lalu pada saat hendak mengambil beras terdakwa membawa saksi Anak ke dalam kamarnya lalu mendorong korban hingga terjatuh ke atas kasur. 

Kemudian terdakwa menyuruh korban untuk membuka celananya namun anak menolak, Lalu terdakwa mengancam sambil memegang kayu dengan berkata “Buka kalo gak saya gebuk," katanya membacakan surat vonis.

Setelah itu terdakwa membuka celana korban, saat itu lah pencabulan pertama kali dilakukan terdakwa.

Pada hari yang sama sekira pukul 15.00 Wib 
Korban kembali datang kerumah terdakwa dengan maksud mengambil jam tangannya yang terjatuh, terdakwa kemudian menyuruh korban untuk masuk kedalam kamar namun korban menolak, saat itu terdakwa mengangkat tubuh korban dan kembali mencabuli korban kali keduanya.

"Usai melakukan perbuatan bejatnya terdakwa memberikan uang sebesar Rp15 ribu, dengan mengatakan gak usah bilang siapa-siapa, itu jamnya ada disitu. Lalu korban mengambil jamnya dan pulang," kata dia.

Kemudian pada hari berikutnya dibulan yang sama sekira pukul 14.00 Wib korban saat itu melewati rumah terdakwa saat hendak main ke rumah temannya dan saat itu korban merasa ingin buang air kecil setelah korban menumpang buang air kecil ke rumah terdakwa. 

"Setelah buang air kecil terdakwa menghampiri korban yang hendak menaikkan celananya terdakwa langsung mendekati dan melakukan pencabulan yang berikutnya kalinya, meski korban sempat menolak," ujarnya.

Setelah melakukan perbuatan bejatnya terdakwa bangun dan mengambil uang sebesar Rp20 ribu, lalu memberikannya kepada korban.

Hari berikutnya di bulan yang sama sekira pukul 13.00 Wib korban sedang bermain dengan temannya dibelakang rumah terdakwa. 

"Terdakwa menyuruh teman korban untuk membeli es, usai membeli es terdakwa menarik tangan korban untuk masuk ke kamar, didalam kamar pencabulan kembali terjadi. Usai mencabuli korban terdakwa kembali memberi korban uang Rp20 Ribu," kata dia.

Bahwa sesuai dengan Visum et repertum dari Rumah Sakit Dr. H. Abdul Moeloek Nomor : 357/2898.A/VII.02/2.1/VII/2020 tanggal 30 Juli 2020. dilakukan konsultasi pada dokter ahli kandungan, dengan hasil  dilakukan pemeriksaan pencitraa dengan gelombang suara (USG kehamilan) dan didapatkan hasil yaitu janin tunggal hidup, usia kehamilan sekitar dua puluh minggu, denyut jantung janin normal, cairan ketuban normal dan ari ari normal.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait