#COVID-19#OKSIGEN

Kajati Lampung akan Gasak Penimbun Obat dan Tabung Oksigen

Kajati Lampung akan Gasak Penimbun Obat dan Tabung Oksigen
ilustrasi. Petugas memeriksa pengisian ulang tabung oksigen ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung memantau ketersediaan obat-obatan dan oksigen di beberapa apotek seputar Kota Bandar Lampung dan toko yang menjual oksigen, pada Kamis, 29 Juli 2021. Pengawasan serta pencegahan kelangkaan obat-obatan, vitamin, serta oksigen itu dibutuhkan dalam penanganan pasien covid-19 di Provinsi Lampung.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung Heffinur mengultimatum pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi sulit masa pandemi dengan menimbun obat-obatan dan oksigen. 

"Kepada seluruh pelaku usaha dan siapa pun agar tidak memanfaatkan kondisi pandemi covid-19 demi keuntungan pribadi dengan cara melakukan penimbunan stok obat-obatan, vitamin, serta oksigen, dan menaikkan harga di atas harga yang ditentukan oleh pemerintah," ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis, 29 Juli 2021. 

Baca juga : Arinal Imbau Warga Tidak Panik soal Ketersediaan Oksigen

Ia menginstrusikan kepada seluruh Jaksa Penuntut Umum pada wilayah Kejaksaan Tinggi Lampung (Kejaksaan Negeri dan Cabang Kejaksaan Negeri) untuk menuntut hukuman maksimal demi mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam penanggulangan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional sesuai ketentuan. 

Adapun beberapa apotek yang dicek diantaranya Apotek K24 di Jalan  Gajah Mada Tanjung Karang, Apotek IndraJaya di jalan Wolter Mongonsidi, Apotek Kimia Farma Jalan Kartini Nomor 44-45, dan beberapa apotek lainnya. Kemudian, toko grosir alat-alat kesehatan seperti Slara Medika dan Standar Medica di Jalan Teuku Umar No. 7D, 7E Kedaton dan Toko Alat Kesehatan Central Medica di Jalan Teuku Umar No 38B Kedaton.

"Kegiatan ini akan terus dilakukan hingga ketersediaan stok obat-obatan, vitamin, dan oksigen aman dan terpenuhi," ujar Heffinur. 

Baca juga : Lamteng Bentuk Satgas Awasi Stok dan Distribusi Oksigen

Hasil sementara monitoring yang dilakukan oleh tim, ketersediaan obat seperti parasetamol, Dexametaxon, vitamin D, C, E, Zink stok masih aman. Namun, beberapa resep obat dokter seperti Favipirafir 200 mg masih terbatas. Sedangkan untuk obat dengan resep dokter lainnya seperti Oseltamivir, Azitromycin saat ini tidak tersedia. 

Di sisi lain, Kasipenkum Kejati Lampung, Andre Setiawan, mengatakan, Kajati memerintahkan jajaran Kejaksaan Negeri se Lampung, memonitoring persediaan tabung oksigen dan stok obat-obatan di masa pandemi covid-19. Pengawasan tersebut berdasarkan perintah dari Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin. Adapun tujuannya agar tidak ada upaya yang menyebabkan kelangkaan dan membuat harga obat serta tabung oksigen melambung tinggi dan menyebabkan masyarakat terkena dampak ulah spekulan.

"Monitoring berjalan dan berproses, jika ada temuan akan ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan kepolisian," ujarnya. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait