#kejati

Kajati Lampung Nilai Ancaman Hukuman di Bawah Lima Tahun Bisa Selesai Lewat Restorative Justice

Kajati Lampung Nilai Ancaman Hukuman di Bawah Lima Tahun Bisa Selesai Lewat <i>Restorative Justice</i>
Kajati Lampung Nanang Sigit Yuliyanto meresmikan Rumah Restorative Justice Lamban Adem di Pekon Dadirejo, Wonosobo, Kamis, 24 Maret 2022. (Lampost.co/Rusdy Senapal)


Kotaagung (Lampost.co) -- Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung Nanang Sigit Yuliyanto menyebut perkara yang ancaman hukumannya di bawah lima tahun dapat diselesaikan melalui Restorative Justice (Restorative Justice). 

Ia menegaskan, ada sejumlah kriteria yang bisa diselesaikan melalui Restorative Justice. Selain ancaman hukuman dibawah lima tahun, ada perdamaian antara dua belah pihak dan belum pernah tersandung persoalan hukum sebelumnya.

"Tetapi untuk perkara narkoba ataupun yang menimbulkan korban jiwa maka tidak bisa (mendapat restorative justice)," kata Nanang Sigit Yuliyanto usai meresmikan Rumah Restorative Justice Lamban Adem di Pekon Dadirejo, Wonosobo, Tanggamus, Kamis, 24 Maret 2022.

Menurutnya, hadirnya rumah Restorative Justice untuk memfasilitasi permasalahan hukum ditengah-tengah masyarakat. Restorative Justice atau penghentian tuntutan bertujuan agar tercipta keadilan berbasis musyawarah. Kedua pihak bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dan bukan pembalasan.

"Harapan saya muncul rumah Restorative Justice lain di Kabupaten Tanggamus," ujar Nanang Sigit Yulianto.

Sementara itu, Bupati Tanggamus Dewi Handajani mendukung adanya rumah Restorative Justice di Kabupaten Tanggamus. Diaberharap segala persoalan hukum dapat diselesaikan dengan jalan musyarawah sesuai koridor hukum berlaku.

"Ini akan kami komunikasikan dengan seluruh jajaran baik kecamatan, pekon, maupun kelurahan. Harapannya, 299 pekon dan tiga kelurahan suatu hari ada rumah Restorative Justice," kata Dewi Handajani.


 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait