#banjir#mesuji

Banjir Rawajitu Utara Disebut Tidak Akan Sebabkan Puso

Banjir Rawajitu Utara Disebut Tidak Akan Sebabkan Puso
Kepala Dinas Pertanian Mesuji dan instansi terkait saat meninjau banjir di Rawajitu Utara beberapa waktu lalu  Dok BPBD Mesuji


Mesuji (Lampost.co) -- Banjir yang sempat merendam 12 desa di Kecamatan Rawajitu Utara (RJU), Mesuji, tidak menyebabkan gagal panen atau puso tanaman padi.

Kepala Dinas Pertanian Mesuji, Pariman mengatakan gagal panen tidak terjadi karena mayoritas tanaman padi masih dalam fase vegetatif. Sehingga, masih bisa tumbuh normal kembali.

"Tapi kalo sudah masuk ke fase generatif, yaitu padi sudah mulai bunting dan keluar malai dimungkinkan gagal panen. Karena biasanya padi roboh dan mulai busuk karena terendam air," kata Pariman di kantor dinas pertanian Mesuji, Senin, 17 Januari 2022. 

Menurutnya, banjir yang terjadi beberapa waktu lalu akibat curah hujan tinggi berbarengan dengan air pasang naik pada Desember 2021- Januari 2022. 

Adapun desa yang terdampak banjir yang parah ada di Panggungrejo, Sidorahayu, Isomukti, Sidangmuarajaya dengan luas yang terkena banjir seluas 2000 hektare.

"Upaya percepatan pengeluaran air yang menggenang, kami keluarkan dengan mesin blower. Mereka yang terdampak akan mendapatkan prioritas program kegiatan ke kementerian juga provinsi untuk tahun depan," ujar dia. 

Pariman juga menjelaskan untuk menghindari dampak banjir, dinas pertanian meminta agar percepatan tanam untuk ke depannya sebelum Desember sudah melakukan tanam pada Oktober dan November. 

"Topografi Mesuji memang seperti ini, untuk air pasang dan curah hujan tinggi tidak bisa dielakkan. Situasi saat ini sudah normal kembali. Kecamatan Mesuji Timur sawahnya relatif aman,"katanya. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait