Korupsikejaksaan

Kadis Pendidikan Tuba Tersangka Korupsi DAK

Kadis Pendidikan Tuba Tersangka Korupsi DAK
Penyidik Kejaksaan Negeri Tulangbawang mengumumkan penetapan tersangka Kadis Pendidikan Tulangbawang, Nazaruddin. Lampost.co/Merwan


Menggala (Lampost.co) -- Kejaksaan Negeri Tulangbawang (Tuba) menetapkan Kadis Pendidikan Tuba, Nazaruddin sebagai tersangka dalam kasus dugaan pungutan terhadap kegiatan fisik dana alokasi khusus (DAK) pendidikan tahun 2019 senilai Rp49 miliar.

Atas penetapan tersebut, tersangka tidak dilakukan penahanan karena dianggap kooperatif. Penetapan tersangka berdasarkan surat perintah penyidikan Kepala Kejari Tulangbawang Nomor 02/L.8.18/Fd.1/11/2020 tanggal 17 November 2020 dan surat perintah penyidikan perpanjangan Nomor 02/L.8.18/Fd.1/11/2020 tanggal 17 Desember 2020.

"Kadis Pendidikan Tuba inisial N, kami tetap sebagai tersangka dalam kasus DAK pendidikan 2019," ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tuba, Raden Akmal didampingi Kasi Pidsus, Husni Mubarok, Rabu, 27 Januari 2021.

Akmal menjelaskan dalam kasus tersebut tersangka diduga melakukan pungutan fee proyek fisik sebesar 10%-12,5% setiap sekolah penerima DAK 2019 untuk SD, SMP dan lembaga pendidikan SKB serta PAUD se Tuba.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dari penerima DAK, tersangka meminta uang pungutan sebesar 10-12,5 persen. Dari dasar ini kasusnya kami tingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan," ujar Akmal.

Meskipun ditetapkan sebagai tersangka, lanjut Akmal, pihaknya belum menetapkan kerugian negara dalam kasus tersebut. Sebab, pihaknya sedang melakukan penghitungan. "Saat ini kerugian negaranya sedang dalam proses bersamaan dengan berjalannya kasus ini," ujar dia.

Selain itu, tersangka juga belum dilakukan penahanan karena penyidik menilai tersangka bersikap kooperatif dalam setiap pemeriksaan. Dalam kasus ini, penyidik baru menetapkan satu tersangka.

"Kasus ini masih berjalan, jadi untuk penahanan akan dilihat dari pemeriksaan lanjutan nanti, termasuk pasal ancaman hukuman yang akan dikenakan," ujar Akmal.

Diketahui, Kejaksaan memeriksa 107 penerima DAK pendidikan 2019 dengan rincian 49 SD sebesar Rp2 miliar, 52 SMP sebesar Rp13 miliar, 1 SKB serta 3 TK sebesar Rp2 miliar, dan afirmasi SD sebesar Rp1 miliar serta SMP Rp780 juta.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait