#persidangan#hukum#beritalampura#korupsi

Kadinkes Lampura Dibantarkan, Sidang Korupsi BOK Puskesmas Kembali Ditunda

Kadinkes Lampura Dibantarkan, Sidang Korupsi BOK Puskesmas Kembali Ditunda
Ruang sidang Pengadilan Tipikor Tanjungkarang. Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co): Kali kedua sidang perkara korupsi dengan terdakwa Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, Maya Metissa ditunda, lantaran kondisi kesehatan terdakwa memburuk dan terpaksa dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah HM Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara.

Di Ruang Garuda, Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Senin, 12 Oktober 2020, Hakim Ketua Siti Insirah menyampaikan jika terdakwa Maya Metissa masih dalam perawatan di rumah sakit.

Hakim menyarankan kepada Jaksa, jika ada perkembangan mengenai kesehatan terdakwa harus memberi informasi supaya dapat disidangkan kembali.

"Jaksa penuntut, kalau ada perkembangan bisa disidangkan, kabarin. Untuk sidang hari ini kita tunda satu minggu lagi dengan agenda saksi ahli, sidang ditutup," kata Siti Insirah.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hardiansyah menyampaikan jika kesehatan terdakwa belum membaik usai meminta izin pada minggu lalu.

"Pada sidang minggu lalu terdakwa memang diizinkan berobat di luar Lapas, pada saat setelah berobat terdakwa ini harus dirawat inap jadi keluarkan penetapan untuk pembantaran," kata JPU.

Terdakwa Maya Metissa, kata Jaksa, saat ini tengah dirawat di RSUD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi. Untuk surat pengantar sudah diserahkan ke Majelis dan terhadap terdakwa pihaknya lakukan penjagaan.

Sementara Joni Anwar Penasihat Hukum Maya Metissa mengatakan jika kliennya harus dilakukan perawatan secara intensif di rumah sakit.

"Sekarang dibantarkan sampai kondisinya pulih di rumah sakit Kotabumi, ada sakit tipes, gula darah, dan darah tinggi," kata Jonny Anwar.

Joni menjelaskan penetapan pembantaran berdasarkan surat rujukan Rutan. Karena Rutan tidak ada dokter yang bisa menangani kemudian dari hasil lab harus secepatnya untuk dilakukan tindakan.

"Syarat sudah kami penuhi untuk dilakukan perawatan secara intensif akhirnya majelis mengeluarkan surat pembantaran," kata Jonny.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait