#pemkablamsel#beritalampung#lamsel

Kades Tuding Palas Fair 2022 Dipaksakan

Kades Tuding Palas Fair 2022 Dipaksakan
Logo Palas Fair 2022. Ilustrasi


Kalianda (Lampost.co) -- Pemerintah Kecamatan Palas, Lampung Selatan, berencana menggelar Palas Fair 2022 pada 7-8 September 2022. Namun, kegiatan yang menyuguhkan beragam usaha pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) itu terkesan dipaksakan.

Salah satu kepala desa di Kecamatan Palas mengaku Palas Fair dinilai terlalu dipaksakan. Pasalnya, setiap desa wajib menganggarkan kegiatan itu Rp2 juta dari anggaran dana desa (DD) 2022.

"Setiap desa harus mengalokasikan anggaran dari APBDes Perubahan. Sedangkan, APBDes Perubahan 2022 saja belum diketuk palu. Baru dievaluasi beberapa hari lalu," kata Kades yang enggan disebutkan namanya, Selasa, 2 September 2022.

Menurutnya, para kades di Kecamatan Palas terpaksa mencari dana talangan untuk menyetor biaya untuk Palas Fair 2022. Selain itu, setiap kades harus mencari dana talangan untuk mempersiapkan stand pameran.

"Belum lagi buat stand pamerannya. Emang buat stand dan untuk isi stand enggak pakai duit. Enak kalau jauh-jauh hari dianggarkan di APBdes murni. Makanya event besar seperti terlalu dipaksakan," kata dia.

Sementara itu, Kasi Ekobang Kecamatan Palas, Suhadi, membenarkan jika APBDes Perubahan 2022 Kecamatan baru memasuki tahap validasi tingkat Kecamatan. Kemudian, validasi akan dilakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lamsel.

"Baru beberapa hari lalu validasi kami lakukan. Di APBDes Perubahan itu ada alokasi kegiatan yang alami perubahan, termasuk kegiatan Palas Fair 2022 baru dimasukkan," kata dia.

Untuk kegiatan Palas Fair 2022, setiap desa menganggarkan kegiatan tersebut dengan nilai berbeda, mulai dari Rp5 juta hingga Rp10 juta.

"Setiap desa menganggarkan bervariasi sesuai kebutuhan desa. Untuk menganggarkan itu, masing-masing desa menggeser dana kegiatan Covid-19 sebesar 8 persen," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait