#korupsi#hukum#pemotonganbltdd

Kades Kecapi Bantah Aparatur Desa Memotong BLT DD

( kata)
Kades Kecapi Bantah Aparatur Desa Memotong BLT DD
Ilustrasi.Dok. Lampost.co

Kalianda (Lampost.co) -- Kepala Desa Kecapi, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Ridwansyah membantah adanya pemotongan Rp50 ribu terhadap sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) tahap 2 tahun 2020. Bantahan tersebut disampaikan setelah Ridwansyah memanggil seluruh perangkat desanya. 

"Semua sudah dikumpulkan dan saya tanya soal potongan tersebut. Mereka bilang tidak pernah ada pemotongan BLT DD," kata Kepala Kepala Desa Kecapi melalui sambungan telepon selulernya,  Rabu, 16 September 2020.

Sementara sejumlah aparatur Desa Kecapi memilih bungkam saat Lampost.co bertanya soal potongan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19.

Berita terkait: DPMD Lamsel akan Panggil Kades Kecapi Terkait Pemotongan Dana BLT-DD

Selanjutnya Lampost.co kembali menelusuri ke sejumlah KPM yang menerima bantuan sosial yang bersumber dari dana desa itu. Salah satu KPM yang enggan disebutkan namanya mengaku aparatur desa telah memotong bantuan yang diterimanya Rp50 ribu.

"Awalnya saya diberi uang Rp550 ribu tanpa diketahui pasti uang apa itu. Sebab, saat saya tanya uang dari mana. Oknum aparatur desa itu bilang 'sudah ambil saja'," kata keluarga penerima manfaat tersebut.  

Hal senada juga diungkapkan salah satu anak KPM lainnya. Ia mengetahui ibunya menerima bantuan BLT-DD tahun 2020 Rp600 ribu. Bantuan untuk keluarganya juga dipotong. 

"Waktu pertama pencairan dana bantuan BLT-DD ibu saya juga menjadi korban pemotongan Rp50 ribu," kata dia yang juga enggan menyebutkan namanya itu. 

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar