#PKB#Partai#MuscabPKB

Kader Keluhkan Sistem Penunjukan DPP dalam Pemilihan Ketua Cabang PKB

Kader Keluhkan Sistem Penunjukan DPP dalam Pemilihan Ketua Cabang PKB
Ilustrasi. Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) --  Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di 15 kabupaten/kota Provinsi Lampung telah usai. Akan tetapi, beberapa kader dari Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB merasa keberatan dengan aturan main pemilihan kepengurusan baru berdasarkan penunjukan langsung dari Dewan Pengurus Pusat (DPP).

Eks Ketua DPC PKB Pesawaran, Matrohupi, menganggap, Muscab yang digelar kemarin telah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

"Di dalam AD/ART PKB menyebutkan, proses demokrasi di PKB berazaskan musyawarah mufakat. Sementara dari proses persiapan sampai pelaksanaan tidak ada yang namanya proses musyawarah untuk mencapai mufakat," katanya, Minggu, 7 Maret 2021.

Baca: Muscab PKB Diharapkan Adem Ayem

Ia menambahkan, PKB saat ini sudah berada di luar aturan yang semula menggunakan musyawarah mufakat sebagaimana yang telah dicontohkan para pendiri partai.

"Maka dari itu, untuk di Lampung hampir semua cabang melakukan penolakan. Akan tetapi proses itu tetap kita amankan dan laksanakan karena menghargai proses dan marwah partai. Lihat saja ke depan seperti apa," kata Matrohupi.

Terpisah, mantan Ketua DPC PKB Pringsewu, Taufik Hidayat merasa kurang puas atas hasil dari keputusan DPP PKB yang dibacakan. 

"Mekanisme Muscab PKB dengan cara penunjukan langsung seharusnya disosialisasikan terlebih dahulu kepada jajaran di bawah agar hasilnya tidak blunder," kata dia.

Penyelenggaraan Muscab PKB di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) juga berakhir deadlock. Peserta menolak hasil keputusan dari DPP karena masih mempertahankan kepengurusan yang lama (demisioner).

Berdasarkan pengamatan di lapangan, Muscab sempat diskors karena dilakukan musyawarah tertutup (tabayun). Sebab, ada penolakan terhadap hasil keputusan DPP dengan penetapan Soni Kurniawan sebagai ketua, Dedi Adrianto sebagai sekretaris, dan Febriansyah sebagai Bendahara.
 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait