#DBD

Kader Jumantik Tejoagung Sosialisasi Wabah DBD saat Pandemi

Kader Jumantik Tejoagung Sosialisasi Wabah DBD saat Pandemi
Foto. Dok Lampost.co


Metro (Lampost.co) -- Kader juru pemantau jentik (Jumantik) yang terdiri dari warga Kelurahan Tejo Agung, Kecamatan Metro Timur, melakukan sosialisasi antisipasi maraknya wabah demam berdarah dangue (DBD) di masa penghujan di wilayah setempat.

Koordinator kader Jumantik Pramuda Wardani mengatakan, kegiatan ini merupakan rutinitas mingguan yang dilakukan supaya masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan serta 4M (menutup , menguras, mendaur ulang, dan memakai lotion anti nyamuk).

"Saat ini kami lakukan di Perumahan Jurai Siwo Permai secara door to door untuk memberikan penyuluhan tentang pembasmian jentik nyamuk. Karena memang ada beberapa tempat yang dapat dijadikan nyamuk untuk berkembang biak," kata dia, Sabtu, 20 Februari 2021.

Dia menjelaskan, biasanya nyamuk DBD ini berkembang biak di genangan air bersih, seperti di bak mandi ataupun selokan yang tidak mengalir.

"Kami masih sering menemukan seperti botol ataupun gelas bekas yang tidak sengaja terbuang yang mengakibatkan adanya genangan air. Itu kita cari dan kami sosialisasikan agar jangan sampai dijadikan sarang nyamuk," ujar dia.

Menurutnya, penyuluhan ini sangatlah penting. walaupun di masa pandemi Covid-19 wadah DBD tetaplah ada di kala musim penghujan datang. Pada kesempatan yang sama, Adi Hartadi, salah satu warga Tejo Agung mengapresiasi langkah kader Jumantik yang tetap peduli terhadap lingkungan untuk menekan pertumbuhan wabah DBD di wilayah setempat.

"Kader Jumantik Tejo Agung memang kompak, selain tetap peduli dengan wilayah kami, semua anggota nya tetap mematuhi protokol kesehatan. Saling menggunakan masker dan tidak berkerumun," kata dia.

Menurutnya, sangat penting pemberian bubuk Abate bagi masyarakat. Lebih baik mencegah daripada mengobati memang sangat penting.

"Kami juga rutin membersihkan selokan supaya air nya tidak menjadi genangan yang mengakibatkan sarang nyamuk. Kesehatan lebih penting dan mahal harganya," ujar dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait