#dbd#lampung

Kader Jumantik dan Warga Lampung Diminta Kompak Tangkal DBD

Kader Jumantik dan Warga Lampung Diminta Kompak Tangkal DBD
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti. Pexels


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung meminta seluruh kader pemantau jentik (Jumatik) aktif mencegah penyebaran demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, nyamuk aedes aegypti sebagai penyebab penyakit tersebut ditengarai mulai bermunculan dan terus berkembang biak. 

Kepala Dinkes Lampung, Reihana mengatakan, kader jumantik tidak hanya bertanggung jawab mengedukasi warga melakukan pemberantasan jentik nyamuk di sekitar rumah. Akan tetapi, penting juga turut aktif melakukan pencegahan dalam skala yang lebih luas.

Reihana menjelaskan, kasus DBD berpotensi naik saat memasuki musim hujan. Sebab, biasanya banyak air yang tertampung dalam barang-barang bekas dan menjadi tempat tumbuh suburnya jentik nyamuk. Tidak hanya itu, tempat penampungan air di dalam rumah pun berpotensi menjadi sarang aedes aegypti.

"Kader-kader jumantik di setiap daerah harus berperan aktif mengingatkan dan mengajak masyarakat sadar 3M plus, yakni menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air, sekaligus menaburkan bubuk abate di bak kamar mandi.," kata dia, Minggu, 7 November 2021.

Baca: Epidemiolog Nilai Perkotaan Paling Rawan Muncul Kasus DBD

 

Guna mencegah perkembang biakan nyamuk aedes aegypti, warga diimbau rajin menguras dan menutup tempat penampungan air. Selain itu, memastikan tidak ada barang-barang bekas yang tergeletak dan berpotensi menampung air di sekitar rumah.

Reihana juga mengingatkan, pencegahan penyebaran DBD tidak hanya bisa mengandalkan pemerintah. Kesadaran dan peran dan warga juga penting untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

"Kader jumantik ada di Dinkes setiap kabupaten/kota, masyarakat juga harus bekerja sama secara aktif mencegah DBD," tegasnya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait