#nasional#psbb#bandung

Kabupaten Bekasi dan Bogor Tak Sepenuhnya Terapkan PSBB

Kabupaten Bekasi dan Bogor Tak Sepenuhnya Terapkan PSBB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Emil) memberikan keterangan kepada media di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Jabar, Minggu, 12 April 2020. Foto: Medcom.id/Roni Kurniawan


Bandung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) membagi dua kategori penetapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kota Depok yang dilaksanakan mulai Rabu, 15 April 2020. Kabupaten Bogor dan Bekasi tidak sepenuhnya menerapkan PSBB.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Emil) menyebutkan dua kabupaten itu tidak bisa disamakan dengan tiga kota lainnya untuk penetapan PSBB seperti di DKI Jakarta. Pasalnya, di dua kabupaten itu terdapat desa-desa.

"Oleh karena itu Kabupaten Bogor dan Bekasi memutuskan PSBB terbagi dua di zona merah kecamatan tertentu PSBB maksimal, yang lain akan menyesuaikan antara minimal dan menengah," kata Emil di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Jabar, Minggu, 12 April 2020.

Menurut dia, kecamatan-kemacatan yang masuk zona merah di dua kabupaten tersebut wajib melaksanakan PSBB secara maksimal seperti di kota. Penetapan zona merah di tiap kecamatan, lanjut Emil, berdasarkan peta sebaran virus korona (covid-19) yang banyak.

"Khusus Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok, PSBB maksimal akan menutup akses ke wilayah sekitar. Kemudian akan membatasi kegiatan perkantoran, kegiatan komersial, kegiatan kebudayaan, kegiatan keagamaan," ungkap Emil.

Sementara itu, operasional perusahaan atau pabrik yang ada di lima wilayah tersebut disesuaikan dengan jenis perusahaan tersebut. Sebagian perusahaan tetap beroperasional jika memproduksi kebutuhan pokok bagi masyarakat.

EDITOR

Bambang Pamungkas


loading...



Komentar


Berita Terkait