#UNILA#KPK#SUAP

Kabiro Perencanaan dan Humas Unila Akui Setor Rp2,2 Miliar ke Karomani

Kabiro Perencanaan dan Humas Unila Akui Setor Rp2,2 Miliar ke Karomani
Suasana peridangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu, 23 November 2022. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Biro Perencanaan dan Humas Universitas Lampung (Unila) Budi Sutomo mengakui setor Rp 2,2 miliar ke Rektor non-aktif Unila Karomani. Uang itu dari delapan orang tua calon mahasiswa yang menitipkan anaknya.

Hal tersebut diungkapkan Budi Sutomo saat menjadi saksi dalam sidang suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unila tahun 2022 dengan tersangka Andi Desfiandi di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu, 23 November 2022.

Jaksa KPK Asril menanyakan kepada saksi Budi Sutomo berapa seluruh uang yang diberikan kepada Karomani.

"Dengan syarat jika mereka mau berinfak untuk pembangunan LNC maka masuk Unila sesuai dengan perintah Karomani," kata Budi dalam persidangan, Rabu, 23 November 2022.

Menurut Budiono uang tersebut sekitar Rp 650 juta dari Asep Sukohar, Rp250 juta dari Budiono dan sisanya dari orang tua lainnya.

"Karomani menemui saya ngomng pak Budi untuk pengembangan LNC itu butuh biaya banyak jadi nanti kalau ada calon mahasiswa yang mau berinfak itu bawa sini," ujar Budiono sembari menirukan perkataan Karomani.

Karomani bicara seperti itu, lanjut Budiono sebelum penerimaan mahasiswa baru 18 Juli 2022. Setelah dinyatakan lulus maka uang ditagih kepada orang tua untuk berinfak pembangunan LNC.

 

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait