#covid-19indonesia

Jurus Satgas Turunkan Angka Kematian Covid-19 yang Stagnan

Jurus Satgas Turunkan Angka Kematian Covid-19 yang Stagnan
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Dok. BNPB


Jakarta (Lampost.co) -- Persentase pasien meninggal akibat Covid-19 stagnan di angka 2,7 persen sejak Februari hingga akhir April 2021. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyusun strategi untuk menurunkan angka kematian yang stagnan.

“Stagnasi angka kematian ini harusnya dapat diturunkan dengan tidak ada peningkatan angka kematian atau peningkatannya tidak lebih tinggi dari tren kasus positif,” kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan tertulis, Sabtu, 1 Mei 2021.

Wiku menuturkan ada enam juru yang bisa dilakukan. Pertama, menggencarkan deteksi dini kasus covid-19 dari inisiatif masyarakat atau program pemerintah.

“Caranya terus menggalakkan surveilans kasus, termasuk upaya penelusuran kontak,” ujar dia.

Jurus kedua, manajemen klinis yang bisa dilakukan penyedia layanan kesehatan rujukan covid-19. Ketiga, meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan dengan mengonversi pelayanan kesehatan umum menjadi pelayanan darurat covid-19.

“Cara keempat ialah meningkatkan upaya pendayagunaan tenaga kesehatan yang kompeten dan terproteksi dengan baik,” papar Wiku.

Kelima, yakni meningkatkan aksesibilitas terhadap alat kesehatan dan obat-obatan. Ini untuk menjamin setiap masyarakat mudah mengakses obat dan sesuai dengan gejala berat, gejala sedang, hingga tanpa gejala.

“Lalu cara keenam, vaksinasi yang dilakukan pemerintah dengan menyusun prioritas vaksinasi berdasarkan analisis risiko yang cermat dan presisi,” tutur Wiku.

Wiku yakin kasus kematian akan menurun bila keenam strategi itu berjalan dengan baik. Terutama untuk menekan di kasus kematian di provinsi-provinsi dengan kenaikan angka kematian terbanyak selama April 2021.

Wiku berharap pemerintah provinsi dan satgas di daerah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Supaya pasien tertangani dengan baik dan meminimalkan potensi kematian.

“Lalu upayakan secara masif testing and tracing agar kasus positif dapat ditangani sejak dini,” kata Wiku.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait