#internasional#beritainternasional

Jurnalis Peraih Nobel Perdamaian Akui Banyak Belajar dari Indonesia

Jurnalis Peraih Nobel Perdamaian Akui Banyak Belajar dari Indonesia
Jurnalis Filipina Maria Ressa meraih hadiah Nober Perdamaian. AFP


Jakarta (Lampost.co) -- Jurnalis Filipina, peraih Nobel Perdamaian 2021, Maria Ressa mengatakan banyak belajar dari Indonesia. Maria pernah menjadi jurnalis di Indonesia.

Ressa mengatakan, Indonesia memiliki berbagai sifat, kebudayaan, hingga transisi demokrasi yang dapat ia pelajari.

"Saya tumbuh besar sebagai seorang jurnalis, seorang wartawan di Indonesia. Saya sangat mencintai Indonesia, saya belajar menaklukkan diri, memahami situasi yang dirasakan orang lain dan mempelajari berbagai konflik dengan cara yang belum pernah saya tangani sebelumnya," tuturnya, kepada para jurnalis media di Indonesia, melalui diskusi virtual yang diadakan IDN Times, Kamis, 14 Oktober 2021.

Ia mengaku sangat mencintai Indonesia dengan segala keragamannya. Ressa mengatakan, ia belajar banyak dari pribadi masyarakat Indonesia. Menurutnya, hal tersebut membuatnya frustrasi.

"Tapi saya juga menyadari, kekuatan terbesar yang kita punya adalah kelemahan terbesar. Ini jadi salah satu yang membuat saya frustrasi karena tidak banyak orang yang mengungkapkan opininya secara gamblang," lanjut dia.

"Anda semua mengajari saya banyak hal. Saya tidak akan menjadi jurnalis seperti sekarang jika bukan karena Anda," terangnya.

Ressa bersama teman-temannya mendirikan media yang diberi nama Rappler pada 2012. Para jurnalis ini membuat Rappler menjadi media yang mampu melawan pembungkaman terhadap kebebasan pers.

Ini lah yang membuatnya dianugerahi penghargaan Nobel Perdamaian 2021.

Kepada jurnalis di Indonesia dan seluruh dunia, Ressa berpesan untuk membangun kepercayaan saat memiliki kebenaran. Menurut dia, standar etika jurnalisme tidak berubah. Sebab, ia meminta jurnalis untuk tidak asal dalam mengabarkan berita.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait