#jurnalis

Jurnalis Lampung Post Raih Predikat Kategori Karya Terbaik AJEL 2021

Jurnalis <i>Lampung Post</i> Raih Predikat Kategori Karya Terbaik AJEL 2021
Setiaji Bintang Pamungkas Jurnalis Lampung Post meraih karya terbaik Akademi Jurnalisme Ekonomi Lingkungan, Selasa, 22 Februari 2022. (Foto: Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Jurnalis Lampung Post Setiaji Bintang Pamungkas terpilih dalam kategori karya terbaik pada gelaran Akademi Jurnalisme Ekonomi Lingkungan (AJEL) 2021.  

Agenda yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Traction Energy Asia itu diikuti 18 jurnalis dari berbagai media cetak, online, televisi, dan radio di Indonesia. Setiaji merupakan jurnalis asal Lampung yang lolos seleksi AJEL 2021. 

AJEL angkatan pertama itu berlangsung empat bulan yang diawali pelatihan daring. Peserta mempresentasikan outline liputan di Hotel Sari Pacifik Jakarta pada 20 November 2021. 

Selanjutnya, peserta melakukan peliputan yang dibimbing para mentor hingga penayangan berita di masing-masing media. Rangkaian AJEL ditutup dengan diskusi bertajuk Refleksi Ekonomi dan Lingkungan Melalui Jurnalisme sekaligus wisuda serta diseminasi hasil liputan pada Senin, 21 Februari 2022.

Wisuda AJEL melalui webinar dihadiri Pakar Ekonomi Emil Salim, Dosen IPB Univerity Damayanti Buchori, Dosen Universitas Indonesia Alin Halimah, Redaktur Majalah Tempo Retno Sulistyowati, dan perwakilan AJI Indonesia, Umar Idris.

Selain meraih karya terbaik, Setiaji mewakili Lampost.co bersama dua jurnalis lainnya ditunjuk untuk mempresentasikan hasil liputan yang berjudul PLTMH Lentera Pelosok Desa dan tulisan kedua berjudul Jalan Terjal Bangkitkan PLTMH Lampung

Tulisan yang diangkat tentang perjuangan masyarakat menjaga eksistensi energi baru terbarukan (EBT) pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) di Dusun Batu Saeng, Desa Sinar Jawa, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Redaktur Majalah Tempo Retno sebagai penanggap mengatakan topik yang diangkat tentang PLTMH segar dan menarik. Menurutnya, masalah di daerah yang belum terjangkau PLN yakni bagaimana masyarakat memanfaatkan sumber daya lokal untuk menerangi desa. 

"Banyak hal yang menarik di-follow up karena memancing human interest," kata dia melalui telepon, Selasa, 22 Februari 2022. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait