#myanmar#Kudeta

Junta Militer Myanmar Kembali Tangkap Dua Wartawan

Junta Militer Myanmar Kembali Tangkap Dua Wartawan
Polisi menangkap wartawan Myanmar Now Kay Zon Nwe di Yangon pada 27 Februari lalu saat meliput demonstrasi memprotes kudeta militer. AFP/Ye Aung THU


Myanmar (Lampost.co) -- Junta Militer dikabarkan kembali menangkap dua wartawan, sebagai bagian dari upaya intensif Myanmar untuk menyembunyikan informasi tentang perlawanan terhadap kudeta. Sekitar 40 jurnalis telah ditangkap sejak kudeta 1 Februari lalu.

Mizzima News melaporkan salah satu mantan reporternya, Than Htike Aung, dan Aung Thura, seorang jurnalis dari layanan BBC berbahasa Burma, ditahan orang-orang yang tampak seperti agen keamanan di luar pengadilan di ibu kota Myanmar, Naypyitaw.

Para jurnalis berada di sana untuk meliput proses hukum terhadap Win Htein, seorang pejabat senior yang ditahan dari partai yang menjalankan negara tersebut sebelum pengambilalihan kekuasaan, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Dalam menghadapi aksi mogok kerja dan protes yang terus-menerus terhadap pengambilalihan tersebut, junta membalasnya dengan tindakan keras yang semakin meningkat dan upaya untuk sangat membatasi informasi yang menjangkau dunia luar.

Sekitar 40 jurnalis telah ditangkap sejak kudeta 1 Februari, dengan sekitar setengahnya masih ditahan, termasuk Thein Zaw dari Associated Press. Sebuah pernyataan dari BBC mengatakan sangat prihatin bahwa Aung Thura telah dibawa pergi oleh orang tidak dikenal.

"BBC menjaga keselamatan semua stafnya di Myanmar dengan sangat serius dan kami melakukan segala yang kami bisa untuk menemukan Aung Thura," kata perusahaan itu.

Pihaknya juga meminta pihak berwenang untuk membantu menemukannya dan memastikan bahwa dia aman.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait