#netflix

Netflix Rumahkan 150 Pegawai

Netflix Rumahkan 150 Pegawai
Netflix. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Netflix menghapus 150 pegawai yang sebagian besar berada di Amerika Serikat, sebagai bagian dari upaya dalam mengurangi biaya akibat penurunan pelanggan signifikan layanan streaming film miliknya.


Mengutip Deadline, pegawai terdampak termasuk yang menduduki posisi level senior. Informasi itu menjadi pemangkasan pegawai ronde kedua Netflix, hampir sebanyak 11 ribu pegawai, dalam beberapa pekan terakhir. 

Pegawai di divisi penulisan dan edit situs penggemar internal Netflix dalam jumlah yang dirahasiakan dirumahkan pada April lalu. Perwakilan Netflix menyebut pemangkasan ini secara langsung terkait dengan penurunan pertumbuhan pendapatan Netflix.

Perubahan ini, lanjut perwakilan Netflix, utamanya didorong kebutuhan bisnis, alih-alih performa pegawai terkait bisnis. Untuk itu, Netflix mengaku berat melepaskan sejumlah pegawai terbaiknya tersebut dan menyebut terus mendukung mereka dalam transisi sulit itu.

Laporan lain menyebut layanan streaming ini memangkas sejumlah proyek pengembangan animasi internal, termasuk Wings of Fire karya produser eksekutif Ava DuVernay, serial pra-sekolah bertajuk Antiracist Baby dan With Kind Regards From Kindergarden.

Namun, menurut sumber yang dikutip Variety, proyek ini dihentikan berdasarkan alasan kreatif dan bukan merupakan bagian dari pemangkasan biaya. Layanan streaming ini juga menghentikan produksi acara dokumenter Stamped: Racism, Antiracism, And You, bagian pendamping dari Stamped From the Beginning.

Semangat pegawai perusahaan berbasis di Los Gatos, California tersebut telah mengalami penurunan signifikan mengindikasikan rencananya untuk memperketat ikat pinggang yang disampaikan pada laporan pendapatan kuartal lalu.

Netflix juga memperbarui memo kultural untuk Mei ini, memperingatkan pegawai potensial layanan streaming tersebut mungkin bukan tempat terbaik bagi mereka yang tidak dapat bekerja dengan konten yang tidak mereka sepakati.

Netflix dilaporkan kehilangan pelanggannya pada kuartal pertama 2022 lalu, sebagai akibat dari penerapan penghapusan akses bagi pelanggan yang berbagi password, peningkatan kompetisi dari platform streaming lain dan pemblokiran akses bagi pelanggan berbasis di Rusia.

Layanan streaming ini tengah mengeksplorasi peluang menambahkan paket berlangganan berharga terjangkau dan didukung iklan, serta sejumlah proyek lain yang tengah dalam proses pengerjaan. Netflix mengantisipasi peluang kehilangan dua juta pelanggan lain pada kuartal kedua 2022.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait