#Covid-19lampung#BERITAPRINGSEWU

Jumlah Pedagang dan Polisi untuk Vaksinasi Tahap II di Pringsewu Belum Dipastikan

Jumlah Pedagang dan Polisi untuk Vaksinasi Tahap II di Pringsewu Belum Dipastikan
Ilustrasi: Pixabay.com


Pringsewu (Lampost.co): Dinas Kesehatan Pringsewu belum bisa memastikan jumlah pedagang dan anggota polisi yang akan menjalani vaksinasi tahap II. Hingga kini rencana vaksinasi tahap II untuk polri dan pedagang pasar masih menunggu konfirmasi tentang jumlah orangnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Pringsewu Imanda mengungkapkan rencana vaksinasi tahap II diperuntukkan kepada TNI, polri, guru, kejaksaan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pedagang pasar. Menurutnya, untuk tokoh agama, pemerintah meminta data dari ormas keagamaan, siapa saja yang akan divaksin.  Untuk pedagang pasar, dinas kesehatan juga menunggu data dari dinas koperindag setempat. Begitu juga instansi lain.

Ia menjelaskan jika akan dilakukan vaksinasi, calon penerima akan mendapatkan informasi sesuai dengan nomor aplikasi Android yang dimiliki. Imanda menjelaskan pelaksanaa vaksinasi Covid-19 akan dilakukan secara bergilir dan hingga 2022. Warga lainnya harus sabar menunggu giliran.

Imanda juga menjelaskan dinas kesehatan sudah mengajukan permohonan vaksinasi kedua ke kementerian kesehatan. Pengajuan permohonan vaksinasi tahap II diajukan sejak 13 Februari 2021. Namun, terkait kepastian turun, masih menunggu konfirmasi pusat. Menurutnya, untuk pelaksanaan vaksinasi tahap I dari 2100 tenaga kesehatan yang sudah memasuki tahap dua penyuntikkan saat ini sudah mencapai 90 persen.
"Insya Allah akhir Februari selesai semuanya," ujar Imanda di ruang kerja, Rabu, 24 Februari 2021.  

Ia menambahkan total usulan sementara calon penerima vaksin yang dikirim melalui aplikasi kementerian kesehatan sebanyak 10.112 orang.
Sementara itu, data untuk jumlah pedagang pasar belum masuk hingga kini. Imanda mengimbau masyarakat Pringsewu untuk tetap mematuhi protokol kesehatan agar benar-benar terhindar dari penularan Covid-19.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait