#beritalampung#beritabandarlampung#pilkada#pemilu2024

Jumlah Kursi DPRD Peswaran dan Mesuji Turun, Partai Baru Atur Ulang Strategi Hingga Fokus pada Verifikasi

Jumlah Kursi DPRD Peswaran dan Mesuji Turun, Partai Baru Atur Ulang Strategi Hingga Fokus pada Verifikasi
Ilustrasi. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): KPU RI telah menerima Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) untuk perhelatan Pemilu 2024 dari Kementerian Dalam Negeri. Nantinya, DAK2 digunakan untuk menyusun jumlah kursi DPRD di tingkat kabupaten/kota se-Indonesia.

Dari jumlah DAK2 tersebut terdapa dua kabupaten/kota yang jumlah kursi DPRD turun dari periode 2019, yakni Kabupaten Pesawaran dari 45 kursi menjadi 40 kursi. Kemudian, Kabupaten Mesuji dari 35 kursi menjadi 30 kursi. Sementara, kenaikan jumlah kursi ada di Kabupaten Tulangbawang Barat, dari 30 menjadi 35 kursi.

Tentunya, jumlah kursi yang berkurang makin membuat kontestasi pileg di dua kabupaten tersebut kian sengit. Terutama beberapa partai baru yang sedang mengikuti jalannya proses verifikasi adminstrasi dan faktual.

Ketua DPW Gelora Lampung Samsani Sudarajat, mengaku tidak memprediksi kalau jumlah kursi di dua kabupaten tersebut bakal turun.

"Kami baru mendapatkan info pascaKPU merilis info komposisi kursi di tiap kabupaten/kota," ujar Samsani, Rabu, 16 November 2022.

Karena adanya perubahan tersebut, Samsani mengatakan pihaknya bersama DPD Gelora Mesuji dan Pesawaran, melakukan penyesuaian strategi pemenangan. Gelora Lampung fokus menunggu KPU Provinsi dan KPU kabupaten/kota mengeluarkan konstruksi daerah pemilihan (Dapil) di tiap wilayah terlebih dahulu. Ketika Dapil telah resmi dikeluarkan KPU, Gelora Lampung baru berusaha semaksimal mungkin melakukan strategi yang akan dijalankan partai.

Baca juga: Wakil Rektor II Unila Akui Tiga Orang Menitipkan Anak Agar Lolos Jalur Mandiri

"Dengan mengusung Bacaleg yang mumpuni dan bersesuaian dengan komposisi dapilyang ada sehingga bisa diharapkan mendulang suara yg signifikan untuk memperoleh kursi," paparnya.

Namun Samsani tidak menyebut secara spesifik target kursi yang akan direbut pada Pemilu 2024, termasuk target untuk Pesawawarn dan Mesuji.

Sementara, Ketua DPW Partai Ummat Abdullah Fadri Auli menyebut tidak terlalu ambil pusing dengan turunnya jumlah kursi di Kabupaten Pesawaran dan Mesuji.

"Kalau soal itu kita lihat aturannya, penentuan jumlah kursi itu ukurannya adalah jumlah penduduk dan dasarnya adalah undang-undang," katanya.

Lanjut Aab sapaan akrabnya, DPW Partai Ummat Lampung dan DPD Ummat Pesawaran serta Mesuji, lebih fokus menghadapi verifikasi yang sedang dijalankan KPU Provinsi dan kabupaten/kota. Sementara soal strategi perolehan kursi di Pesawaran dan Mesuji, baru akan dijalankan ketika partai dinyatakan lolos mengikuti Pemilu 2024 mendatang.

"Setelah partai kita dinyatakan lolos untuk ikut dalam Pemilu 2024, maka kita berusaha untuk mengajak masyarakat yang bersimpati dengan perjuangan partai kita dalam melawan kedzaliman dan menegakkan keadilan," ujarnya.

Ketua DPD NasDem Mesuji Fuad Amrullah mengatakan partainya memang telah memprediksi sejak dini adanya penurunnan jumlah kursi tersebut.

"Sebagai peserta pemilu, Partai NasDem Mesuji ikut aturan penyelenggaraan pemilu, termasuk turunnya kursi DPRD di Mesuji. Kami sudah prediksi dan antisipasi dari awal, jadi ya kami siap saja," ujarnya.

Fuad menambahkan, NasDem Mesuji pun tetap memasang target bertahan sebagai partai pemenang pada Pemilu 2024 mendatang, meski tak menyebut spesifik raihan target kursi. Partai, lanjutnya telah memiliki skema untuk meningkatkan elektablitas partai dan caleg. "Caleg-caleg yang kami pasang nanitnya sudah cukup dewasa dalam berkompetisi," katanya.

Sementara, Ketua DPC PDI P Pesawaran Endro S. Yaman mengatakan, partainya tetap menargetkan kemenangan pada Pemilu legislatif 2024 mendatang, meski kontestasi bakal makin ketat akibat jumlah partai yang banyak dan kursi yang berkurang.

Endro menyebut PDI Pesawaran bukan fokus pada proses raihan suara sebanyak-banyaknya, tetapi fokus dalam meraih jumlah kursi yang maksimal sesuai reguolasi dan metode penghitungan pembagian suara dengan jumkah kursi yang digunakan KPU nantinya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait