#tenggiling#satwa

Jual-Beli Tenggiling Ilegal Rp1,5 Miliar Dibongkar

Jual-Beli Tenggiling Ilegal Rp1,5 Miliar Dibongkar
Seekor tenggiling (Manis javanica) berada di atas boks saat gelar kasus penyelundupan satwa dilindungi. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi


TIM Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil mengungkap perdagangan satwa dilindungi jenis tenggiling (Manis javanica) di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pengungkapan tersebut berselang tiga minggu setelah berhasil terungkapnya jaringan perdagangan barang-barang terbuat dari gading gajah di provinsi yang sama. “Nilai tangkapan tenggiling di Semarang ini cukup fantastis diperkirakan bernilai Rp1,5 miliar. Itu belum termasuk nilai ekologi yang jauh sangat mahal karena dirusak oleh ulah para pemburu,” kata Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Ditjen Gakkum KLHK, Sustyo Iriyono di Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Barang bukti yang disita dari tangan pelaku KI berupa tenggiling dalam keadaan hidup berjumlah 1 ekor, sisik tenggiling dengan berat 28,6 kg, opsetan tenggiling berjumlah 1 buah. Selain itu, dari tangan pelaku juga disita opsetan kepala kijang berjumlah 1 buah, dan kerapas labi-labi (Dogania sp) berjumlah 898 buah.

Perdagangan satwa tenggiling tergolong mahal. Harga 1 kg daging tenggiling mencapai Rp16 juta dan sisiknya Rp40 juta/kg.

EDITOR

MI

loading...




Komentar


Berita Terkait