jttscheckpointcovid-19

JTTS Siapkan Check Point Antisipasi Penyebaran Covid-19

JTTS Siapkan Check Point Antisipasi Penyebaran Covid-19
Pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) melakukan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat pengguna jalan. Dok HK


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- PT Hutama Karya (Persero) menyiapkan pos check-point (titik pengecekan) di Ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) mulai 24 Desember 2020 - 3 Januari 2021. Ruas tol tersebut yakni, Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) dan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka).

Penyiapan pos titik pengecekan ini menyusul momen libur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 ( Nataru). Pos titik pengecekan tersebut akan tersedia di KM 87 jalur A dan KM 20 jalur B di Tol Bakter, rest area KM 234 jalur A dan rest area KM 215 jalur B di Tol Terpeka. 

Pengguna jalan tol akan mendapatkan pengecekan suhu tubuh dan kesehatan gratis di pos titik pengecekan tersebut.

Branch Manajer PT Hutama Karya Ruas Bakauheni-Terbanggibesar (Bakter), Hanung Hanindito mengatakan pihaknya terus melakukan persiapan menyambut nataru. 

Pihaknya juga menyiapkan personel di berbagai rest area di sepanjang ruasnya jalan tolnya untuk melakukan check point.

"Sedang kami siapkan di rest area di KM 20, KM 49, KM 87 dan KM 116," kata dia, Selasa, 8 Desember 2020.

Kemudian untuk personel tidak ada tambahan secara khusus. Personel layanan tol dan paramedis tetap bertugas ditempatnya setiap hari. Selain itu ada 12 kendaraan patroli, 18 mobil derek, 3 unit mobil rescue dan 6 unit ambulance.

"Untuk check point kami lakukan seperti yang sudah berjalan. Layanan kesehatan dan jika ada pengendara yang mengalami hambatan di jalan tol," katanya.

Selain itu, HK juga akan menambah personel dari pihak kepolisian dan TNI Angkatan Darat dengan melakukan patroli 24 jam. 

Kemudian, mendirikan pos pantau di sepanjang jalan tol dan pos pengamanan (PAM) yang berada di rest area, serta menyiapkan fasilitas keamanan, keselamatan, kelancaran, dan ketertiban arus lalu lintas.

Dari sisi operasional, pihaknya juga memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Peraturan Menteri (Permen) PUPR Nomor 16/PRT/M/2014 tentang SPM Jalan Tol. 

Misalnya, menyediakan layanan derek, ambulans dan rescue secara gratis serta menyediakan CCTV yang tersebar di sepanjang jalan tol setiap satu kilometer baik di setiap ruas tol maupun di kantor pusat dengan menggunakan sistem terintegrasi. 

"Dalam sistem yang terintegrasi ini, terdapat fitur yang dapat mendeteksi apabila terdapat peringatan dari tiap ruas tol dan petugas akan langsung merespon keluhan dengan response time maksimal 5 menit," kata dia.
 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait