#JalanTol#Tol#JTTS

JTTS Percepat Akselerasi Perekonomian Lampung

JTTS Percepat Akselerasi Perekonomian Lampung
Gerbang Tol Bakauheni Lampung Selatan. Lampost.co/Andi Apriadi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang resmi dimulai pembangunannya pada 30 April 2015 dan diresmikan penggunaannya secara penuh pada 8 Maret 2019 oleh Presiden Joko Widodo, berdampak positif pada perekonomian di Provinsi Lampung.

Dampaknya tak hanya meningkatnya jumlah wisatawan dari luar Lampung yang berkunjung, walau hanya sekedar menikmati sejumlah pariwisata yang ada di Lampung sebagai pintu gerbang pulau Sumatra ini.

Adanya jalan tol juga berpengaruh pada pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Wilayah Lampung.

Plt Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Provinsi Lampung, A Rozali mengatakan adanya jalan tol di Lampung membawa dampak positif yakni kelancaran transportasi. Sehingga membuat produksi-produksi bisa keluar masuk dengan cepat.

"Untuk dampaknya pada pelaku UMKM yaitu hasil UMKM bisa dijual disetiap rest area tol. Karena disetiap rest area kami minta untuk menjual macam-macam produk UMKM sekitar. Kemudian dikelola Hutama Karya," ujarnya, Sabtu, 20 Maret 2021.

Menurut Rozali, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Hutama Karya, untuk mengisi rest area dengan hasil produk-produk UMKM yang bisa ditawarkan pada pengunjung dari luar Lampung.

"Produk UMKM yang ada di rest area itu bisa saja seperti kuliner, pernak-pernik khas Lampung atau bisa dijadikan pusat oleh-oleh," kata dia.

Project Manager Perum Perumnas Antaria Dwi Nugroho menuturkan dengan adanya Jalan Tol Trans Sumatra berdampak sekali bagi Perum Perumnas di Bukit Kemiling Permai. Karen akses Palembang ke Lampung sekarang hanya butuh waktu 3 jam.

"Sedangkan dari Jakarta karena masih pakai kapal butuh waktu sekitar 5 jam. Jadi aksesnya sudah mudah dan sudah terbukti konsumen kami ada yang dari Jakarta dan Palembang," terangnya.

Antaria mengungkapkan sudah ada beberapa warga Jakarta dan Palembang membeli hunian di perumnas untuk berinvestasi. Sebab hunian yang ditawarkannya masih terjangkau dibandingkan investasi rumah di kota-kota besar lainnya.

"Walaupun nilai investasi terjangkau namun perkembangannya akan melasat juga. Mungkin di sana mereka beli dapat satu rumah sedangkan di sini bisa dapat dua rumah. Sehingga itu yang membuat mereka jadi tertarik," ujarnya.

Selain itu, bagi konsumen warga Palembang dan Jakarta jika ingin melihat dan merawat rumahnya di Lampung sekarang tidak jauh dibandingkan sebelum ada jalan tol."Karena beberapa konsumen kami dari Palembang dan Jakarta kebanyak pulang pergi kalau datang kesini," ungkapnya.

Sementara Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan penggunaan listrik disepanjang tol trans sumatera meningkat. Jadi terlihat dengan adanya tol sumatra ini khusus ruas Bakauheni sampai Palembang mulai menimbulkan sentra-sentra baru.

"Jadi kami berharap bisa muncul sentra-sentra baru, bukan hanya wisata tapi juga produksi lainnya," ujarnya usai berkunjung ke Pelabuhan Bakauheni, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan adanya jalan tol di Lampung membawa dampak positif dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung. Maka itu, pihaknya berencana ada 8 ruas yang akan didorong selama dua tahun kedepan ini yakni meneruskan sampai Betung dan ruas-ruas yang ada di Medan.

"Jadi adanya jalan tol ini ekonomi daerah meninggkat dan tentunya aktifitas produksi maupun pariwisata diharapkan naik," tandasnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait