#jttslampung#beritalampung

JTTS Hidupkan Geliat Ekonomi Lampung

JTTS Hidupkan Geliat Ekonomi Lampung
General Manager PT Hutama Karya Ruas Bakauheni - Terbanggi Besar, Hanung Hanindito mengunjungi Kantor Lampung Post, Senin, 21 Juni 2021. Kunjungan itu disambut Pimred Iskandar Zulkarnain, Pimprus Riza Mauluddin. Lampost.co/Triyadi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) PT. Hutama Karya berkomitmen untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hadirnya JTTS dirasakan mampu menghidupkan akselerasi mobilitas masyarakat dan menumbuhkan geliat perekonomian di Lampung.

General Manager PT Hutama Karya Ruas Bakauheni-Terbanggibesar, Hanung Hanindito, mengatakan pihaknya terus bersinergi memberikan pelayanan yang prima untuk masyarakat dengan terus meningkatkan kualitas JTTS. Kemudian mengedukasi keselamatan berlalu lintas di jalan tol.

"Provinsi Lampung menjadi lokasi yang pertama dalam program pembangunan JTTS dari Lampung sampai Aceh. Adanya jalan tol memberikan percepatan geliat perekonomian di Lampung," kata Hanung saat berkunjung ke kantor Lampung Post, Senin, 21 Juni 2021.

Di samping itu, pihaknya juga merangkul dan memberdayakan masyarakat sekitar rest area untuk mengisinya dengan produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). "Adanya JTTS akan menimbulkan multiefek terhadap daerah. Untuk itu kami terus memberikan pelayanan untuk masyarakat," katanya.

Sementara dalam hal keselamatan berlalu lintas, pihaknya terus mengedukasi masyarakat dengan semangat selamat sampai tujuan (Setuju). Untuk itu pihaknya bekerjasama dengan Polda Lampung melakukan patroli lalu lintas. Kemudian terus menambah rambu dan memperbaiki jalan/infrastruktur yang rusak. 

Disinggung mengenai kenaikan tarif, saat ini pihaknya sedang melakukan sosialisasi masif kepada pengguna jalan mengenai penyesuaian tarif yang akan ditetapkan. Adapun penyesuaian tarif tol pada ruas Bakauheni - Terbanggi Besar dilakukan berdasarkan Undang Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2017 tentang perubahan ketiga atas PP Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol. Berdasarkan regulasi tersebut, evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun sekali berdasarkan pengaruh laju inflasi.

"Penyesuaian tarif tol dapat dilakukan setelah memenuhi SPM yang berlaku sesuai ketentuan. Saat ini dalam tahapan pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM). Naik atau tidaknya tarif, Kementerian yang menentukan," katanya. 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait