#ppkm

Jokowi Tegaskan Tak akan Akhiri PPKM

Jokowi Tegaskan Tak akan Akhiri PPKM
Presiden RI, Joko Widodo. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk terus menjalankan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga kasus covid-19 benar-benar bisa dikendalikan.

Menko Maritim dan Investasi (Marves) sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan PPKM menjadi alat pemerintah untuk memonitor perkembangan covid-19. Ia mengatakan, apabila PPKM diakhiri, pemerintah khawatir kondisi covid-19 akan semakin tidak terkendali seperti sebelumnya dan bisa berpotensi menimbulkan gelombang berikutnya.

"Presiden memberikan arahan dan perintah, kami tidak akan mengakhiri PPKM ini sampai betul-betul covid terkendali, karena salah satu alat yang paling penting dalam pengendalian ini adalah PPKM," kata Luhut dalam konferensi pers perkembangan PPKM secara virtual, Senin, 13 September 2021.

Luhut mengatakan, evaluasi yang dilakukan berkala setiap minggu menunjukkan perkembangan kasus covid-19 di Tanah Air mengalami perbaikan yang signifikan. Hal ini terlihat dari penurunan tren kasus konfirmasi yang secara nasional hingga 93,3 persen.

Selain itu secara spesifik di Jawa Bali trennya turun 66 persen dari titik puncak pada 15 Juli lalu. Kasus aktif juga menurun di bawah 100 ribu per hari. Hari ini, kasus aktif tercatat 2.577 kasus dan tingkat kesembuhan mencapai 12 ribu lebih.

Ia mengatakan, penerapan PPKM dilakukan hingga minggu lalu, pemerintah akhirnya berhasil menurunkan provinsi Jawa-Bali ke level 3, sehingga dari 11 kota/kabupaten di level 4 pada minggu lalu, hari ini levelnya berkurang jadi hanya tiga kabupaten/kota.

"Situasi covid-19 yang membaik begitu cepat di Jawa Bali menyebabkan penurunan level PPKM yang lebih cepat dibandingkan perkiraan kita," tutur dia.

Namun demikian, kondisi yang membaik ini bukan berarti bisa berpuas diri. Sebab, di beberapa daerah di Jawa masih terdapat peningkatan kasus konfirmasi atau angka kematian seperti di Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Semarang.

Lebih jauh, Luhut menambahkan ini menjadi perhatian pada sisi lain kasus turun, namun ada juga kasus yang kelihatan meningkat. Untuk itu ia mengimbau agar tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar jangan sampai kembali seperti sebelum 15 Juli lalu ketika varian delta masuk ke Tanah Air.

"Pemerintah mempertegas pertanyaan banyak orang mengenai kapan PPKM level Jawa-Bali akan terus dilakukan. Pemerintah menegaskan akan terus memberlakukan PPKM di level ini di wilayah Jawa-Bali, di luar Jawa-Bali akan sama. Melakukan evaluasi setiap minggu, sehingga penekanan kasus konfirmasi dan tidak mengulang kejadian yang sama di kemudian hari," tegas Luhut.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait