#jokowi#kapolri

Jokowi Perintahkan Kapolri Copot Kapolda Tak Bisa Kawal Investasi

Jokowi Perintahkan Kapolri Copot Kapolda Tak Bisa Kawal Investasi
Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden.


Bali (Lampost.co) -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajaran Polri mengawal investasi di daerah. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta mencopot jajaran yang tak mampu melakukan hal tersebut.

"Saya sudah titip juga ke Kapolri, kapolda, yang tidak bisa menjaga diperingatkan. Sulit tidak bisa mengawal, tidak bisa menyelesaikan yang berkaitan dengan agenda besar negara kita, maaf saya keras, ngomong keras, tidak bisa, diganti," ujar Presiden saat memberikan pengarahan kepada Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) 2021 di Kabupaten Badung, Bali, Jumat, 3 Desember 2021.

Menurut dia, pengawalan investasi di daerah sangat penting. Sebab, pemodalan berpengaruh besar dalam pertumbuhan ekonomi. Jokowi mengatakan 85 persen perputaran uang digerakkan oleh investasi, baik dari swasta maupun badan usaha milik negara (BUMN).

"Jadi kalau ada yang ganggu-ganggu di daerah urusan investasi, kawal dan dampingi agar setiap investasi betul-betul bisa direalisasikan karena kunci penggerak ekonomi kita ada di situ," kata Kepala Negara.

Jokowi menyampaikan pentingnya pengawalan investasi karena berdampak besar bagi pertumbuhan. Investasi berkontribusi menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara itu, APBN hanya berkontribusi 15 persen.

Menurut Jokowi, investasi menyebar di berbagai daerah dan tidak hanya di Jawa. Investasi di luar Jawa tercatat lebih banyak, sekitar 51,7 persen dibandingkan Jawa yang berkontribusi sekitar 48 persen.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait